BBWM Raih Nilai Tinggi dari Kemenaker

ILUSTRASI: Kilang gas PT Bina Bangun Wibawa Mukti di Babelan Kabupaten Bekasi, Rabu (4/1). BBWM melakukan diversifikasi usaha instalasi pembangkit listrik menggunakan media panel surya di gedung milik pemerintah. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) mendapatkan hasil nilai tinggi dalam audit eksternal Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Penilaian tersebut sesuai Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 untuk kategori tingkat lanjutan 166 kriteria berdasarkan hasil audit yang dilaksanakan oleh badan sertifikasi tanggal 21-22 Desember 2022.


“Atas capaian hasil ini. maka BBWM telah mendapatkan pengakuan atas kinerja SMK3 oleh Pemerintah melalui Kemenaker. Sebelumnya BBWM juga sudah lebih dahulu mendapatkan sertifikat OHSAS 18001:2007 dan ISO 4500:2018 oleh Badan Sertifikasi PT TUV Rheinland Indonesia pada tahun 2020,” ujar Direktur PT BBWM Adhi Fadilah.

Dikatakan Adhi, saat ini tren minyak dan gas (migas) memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, industri ini mengalami sejumlah tantangan. Yakni, ketidakpastian harga minyak dunia, pandemi Covid-19, dan penurunan konsumsi migas. Penerapan sistem keselamatan migas bagi BBWM menjadi suatu keharusan di sektor hilir. BBWM memiliki sistem manajemen keselamatan yang tidak hanya dipahami oleh manajemen puncak, tapi juga oleh pekerja di lapangan.


BACA JUGA: BBWM Diversifikasi Usaha untuk Tingkatkan Pendapatan

Untuk mencapai produksi kilang LPG yang maksimal selain kehandalan operasi dan produksi dibutuhkan juga komitmen semua pihak akan keselamatan, kesehatan kerja, dan pengelolaan lingkungan hidup. Ini merupakan tugas bersama supaya kegiatan ekonomi bisa berkelanjutan dan meningkatkan kepedulian lingkungan hidup.

“Manajemen BBWM memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja terhadap pegawai, tamu, pelanggan, masyarakat serta aset perusahaan yang terkait dengan kegiatan operasional perusahaan. Sejalan dengan hal tersebut, perusahaan menetapkan kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan sebagai pedoman di setiap proses kegiatan operasional yang berlangsung di perusahaan,” terang Adhi.

Direktur Utama PT BBWM Prananto Sukodjatmoko. ARIESANT/RADAR BEKASI

 

Sementara itu, Direktur PT BBWM Prananto Sukodjatmoko mengatakan, BBWM sebagai salah satu perusahaan perseroan daerah (Perseroda) yang bergerak di bidang pengolahan gas bumi di Indonesia ini merupakan milik Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dengan komitmen yang tinggi dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja dari pegawai tamu, pelanggan, masyarakat, serta aset yang terkait dalam kegiatan operasional perusahaan.

Bahkan, seiring waktu berjalan pun perusahaan telah menetapkan kebijakan soal keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan untuk pedoman dalam setiap proses kegiatan operasional yang berlangsung di perusahaan. Hal ini sesuai dari program kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lewat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

“Dengan nilai yang tinggi, hal ini merupakan sejak empat tahun belakangan ini kami selalu mendapatkan penghargaan. Namun sebelumnya melalui Kementerian ESDM saat ini melalui Kemenaker,” ucapnya. (and/adv)