Berita Bekasi Nomor Satu

Jelang Pelantikan, PM Skotlandia Ini Salat Berjamaah di Rumah Dinas

Ketua Scottish National Party (SNP) Humza Yousaf memimpin salat berjemaah seusai buka puasa di rumah dinas Perdana Menteri Skotlandia, Selasa (28/3). Foto: Twitter/HumzaYousaf

RADARBEKASI.ID, EDINBURGH – Pemimpin baru Partai Nasional Skotlandia atau Scottish National Party (SNP) Humza Yousaf akan dilantik menjadi perdana menteri (PM) negerinya pada Rabu ini (29/3/2023).

 

Sehari sebelum pelantikan, politikus berusia 37 tahun itu telah menghuni Bute House yang menjadi rumah dinas PM Skotlandia.

 

 

Humza telah memboyong keluarganya untuk berbuka puasa bersama di bangunan yang beralamat di 6 Charlotte Square, kawasan New Town, di Edinburgh tersebut.

BACA JUGA: Rishi Sunak Ganti Semua Kebijakan Liz Truss

 

Selain itu, politikus yang dikenal taat beribadah itu juga memimpin salat berjemaah di Bute House.

 

 

“Sebuah momen istimewa, memimpin keluarga saya salat di Bute House seperti kebiasaan setelah buka puasa bersama,” ujar Humza melalui akunnya di Twitter.

 

 

Putra imigran dari Pakistan itu juga mengunggah dua buah foto. Pada foto pertama, Humza tampak sedang menjadi imam salat.

BACA JUGA: Pulang dari Stadion Patriot Candrabhaga, Erick Thohir Lobi FIFA Minta Indonesia Tetap Tuan Rumah Piala Dunia U-20

 

Di belakang Humza terlihat enam makmum, termasuk ayahnya, Muzaffar.

 

 

Pada foto kedua, Yousaf berpose bersama ibu dan ayahnya, serta istri dan kedua putrinya.

 

 

Mantan petugas call center itu beristrikan Nadia El-Nakla, muslimah keturunan Palestina.

BACA JUGA: Yakovlev dan Zilberman, Dua Atlet Israel yang Pernah Bertanding di Indonesia, Kok Bisa?

 

Setelah terpilih menjadi PM Skotlandia pengganti Nicola Sturgeon yang mundur pada Februari lalu, Yousaf langsung menghubungi PM Inggris Rishi Shunak.

 

“Kami melakukan diskusi konstruktif tentang berbagai masalah, termasuk membantu orang melewati krisis biaya hidup,” tutur Yousaf di Twitter.

 

 

Selain itu, Yousaf juga meminta menjelaskan soal keinginan Skotlandia berpisah dari Inggris Raya atau United Kingdom (UK).

BACA JUGA: FIFA Resmi Batalkan Drawing Piala Dunia U-20 di Bali

 

 

“Saya berharap keinginan demokratis rakyat dan Parlemen Skotlandia dihormati oleh Pemerintah Inggris Raya,” ujar Muslim pertama yang menjadi PM di negerinya itu. (jpnn)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin