Berita Bekasi Nomor Satu

Ramaikan “Rumah Allah SWT” via Itikaf  

Kepala SMPIT Muslimah Sejati Kabupaten Bekasi, Moh Mufid Mustami

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Suasana masjid di hampir seluruh tempat di Bekasi saat ini diramaikan dengan kegiatan itikaf. Para jemaah memang datang khusus untuk beribadah khusyuk pada sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan ini.

Kepala SMPIT Muslimah Sejati Kabupaten Bekasi, Moh Mufid Mustami menjelaskan bahwa, itikaf secara umum baik di bulan Ramadan atau diluar bulan Ramadan memang harus dilakukan di masjid.

“itikaf secara umum baik di bulan Ramadan atau di luar Ramadan, memang harus dilakukan di masjid, baik masjid jami atau bukan jami bahkan ada yang berpendapat itikaf juga sah dilakukan di musala, karena hal ini termasuk syarat,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (17/4/2023).

Namun demikian berkenaan dengan itikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadan, yang dituju sebenarnya bukanlah itikaf semat. Akan tetapi tujuan utamanya adalah ingin meraih malam Lailatul Qadar.

“Berkenaan dengan itikaf di 10 terakhir bulan Ramadan, itu yang dituju sebenarnya bukan itikaf semata tapi tujuan utama adalah ingin meraih malam Lailatul Qadar. Nah karena tujuannya adalah itu jadi ada beberapa hal yang harus dipahami,” jelasnya.

BACA JUGA: Berkah Lailatul Qadar

Kalimat I’takafa fi al-masjid berarti “tetap tinggal atau diam di masjid”. Menurut pengertian istilah atau terminologi, itikaf adalah tetap diam di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan beribadah, zikir, bertasbih dan kegiatan terpuji lainnya serta menghindari perbuatan yang tercela.

“Hukum itikaf adalah sunnah, dapat dikerjakan setiap waktu yang memungkinkan terutama pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan,” ucapnya.

Namun demikian untuk mendapatkan malam lailatul qadar sendiri, dapat dilakukan dimana saja asal ditempat yang baik termasuk diantaranya adalah rumah, karena lailatul qadar sendiri hadir dimana saja kepada setiap orang beriman yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Jadi jangan berkecil hati bagi umat muslim yang ingin meraih malam Lailatul Qadar, namun tidak bisa menjalani itikaf dimasjid karena malam tersebut hadir dimana saja kepada setiap orang beriman yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ucapnya.

BACA JUGA: Semangat Menjemput Lailatul Qadar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, barang siapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901) hadis ini tidak mengkhususkan suatu tempat dimana hamba Allah bisa meraih Lailatul Qadar.

Lalu mereka yang tidak itikaf seperti musafir, wanita nifas dan haid serta orang yang udzur, bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar jika mereka mengisi dengan beribadah kepada Allah dengan ikhlas pada malam tersebut.

Juwaibir berkata kepada Ad-Dhahaak, Bagaimana pendapatmu mengenai wanita yang nifas dan haid, musafir dan orang yang tidur, apakah mereka bisa mendapatkan malam lailatul qadar?”Ad-Dhahaak menjawab:

“Iya, semua orang yang Allah terima amal mereka akan mendapatkan bagian lailatul qadar.” (Al-Lathaif Al-Ma’arif hal. 341). (dew)

 


Solverwp- WordPress Theme and Plugin