RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aroma dupa memenuhi ruangan tempat Sumur Peng An berada di Klenteng Ngo Kok Ong, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Berbagai perlengkapan ritual dan artefak juga tersimpan di sekitarnya, mulai dari sepasang sepatu, dua setel busana adat, alat musik angklung, pahatan makhluk mitologi Qi Lin, hingga altar Abah Saidir.
Di balik suasana sakral itu, sumur yang dikenal sebagai Sumur Abadi Ibu Ratu Dewi Nyilarasati tetap mengeluarkan air saat musim kemarau menyebabkan debit air di sejumlah sumur warga mulai menurun.
Sumur yang berada di bagian belakang klenteng itu kerap dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Ketika sumur-sumur warga mulai surut, warga datang mengambil air dari Sumur Peng An untuk keperluan sehari-hari.
Warga sekitar, Dwiyana, mengatakan keberadaan sumur itu tidak hanya bermanfaat bagi aktivitas klenteng, tetapi juga membantu masyarakat sekitar.
“Pada musim kemarau, sumur klenteng ini sering dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mengambil air untuk keperluan sehari-hari,” ucapnya, pekan kemarin.
Sebagian warga juga meyakini air dari sumur tersebut memiliki khasiat tertentu. Kepercayaan itu membuat sejumlah peziarah datang untuk mandi maupun berdoa, terutama pada malam Jumat Kliwon.
“Banyak yang datang sekedar untuk mandi dan berdoa, terutama di malam Jum’at kliwon,” katanya.
Keberadaan Sumur Peng An menjadi pemandangan berbeda di tengah meluasnya dampak kekeringan di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data pemutakhiran BPBD Kabupaten Bekasi per Sabtu (18/7), sebanyak 5.149 kepala keluarga (KK) atau 15.185 jiwa terdampak kekeringan.
Kekeringan melanda 44 titik yang tersebar di sembilan desa pada empat kecamatan. Di Kecamatan Serang Baru, kekeringan terjadi di Desa Nagasari sebanyak delapan titik dan Desa Sukasari satu titik.
Sementara di Kecamatan Bojongmangu, wilayah terdampak berada di Desa Karangindah sebanyak 11 titik, Desa Medalkrisna tujuh titik, Desa Sukamukti satu titik, dan Desa Sukabungah satu titik. Adapun di Kecamatan Pebayuran, terdapat lima titik kekeringan di Desa Karangsegar.
Di Kecamatan Cibarusah, wilayah yang terdampak meliputi Desa Sinarjati, Ridomanah, dan Ridogalih. Daerah tersebut secara historis menjadi salah satu wilayah yang paling rentan terdampak kemarau setiap tahun. Tercatat ada 10 titik kekeringan, dengan rincian sembilan titik di Desa Ridogalih dan satu titik di Desa Cibarusah Jaya.
“Hingga pertengahan Juli ini, pasokan air bersih yang telah didistribusikan oleh instansi gabungan untuk membantu warga mencapai total 904.000 liter,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi. (ris)











