RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jajaran pimpinan Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi mendapat kritik dari salah satu anggotanya. Kritik itu muncul lantaran dinilai minim koordinasi serta jarang menggelar rapat internal maupun rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai mitra kerja komisi.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Jiovanno Nahampun, mengatakan hingga pertengahan 2026 Komisi I baru satu kali menggelar rapat internal dan hampir tidak pernah mengadakan rapat bersama OPD.
“Enggak ada koordinasi dari tiga kepemimpinan itu, yang akhirnya berdampak kepada para anggota. Di 2026 ini hanya satu kali rapat dan tidak ada rapat komisi terkait dengan OPD-OPD,” ujar Jiovanno kepada Radar Bekasi.
Diketahui, pimpinan Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi terdiri atas Ketua Ridwan Arifin (Gerindra), Wakil Ketua Marjaya Sargan (NasDem), dan Sekretaris Sunandar (Golkar).
Pria yang akrab disapa Jio itu mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan DPRD. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Komisi I enggak akur, jarang menggelar rapat. Sepertinya ini masalah kepemimpinan Komisi I. Saya sudah pernah protes ke Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, supaya Ketua Komisi I sering-sering menggelar rapat internal di Komisi I, terkait mitra-mitra komisi. Tapi enggak ada tindak lanjutnya dari Ketua DPRD,” ujar Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Marjaya Sargan, membantah adanya keretakan di internal Komisi I. Menurutnya, belum terlaksananya rapat lebih disebabkan kesibukan masing-masing pimpinan.
“Enggak ada kalau keretakan, itu hanya isu saja. Kalau rapat yang mengundang ketua dan sekretaris, saya hanya sebagai wakil. Cuma mungkin ada kesibukan masing-masing,” ucapnya.
Politikus Partai NasDem itu membenarkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir Komisi I belum menggelar rapat. Meski demikian, ia mengakui rapat internal memang perlu dilakukan.
“Beberapa bulan belakangan enggak ada rapat, seharusnya memang ada rapat internal. Tapi mungkin ketuanya lagi sibuk atau lagi kurang sehat. Jadi kalau untuk rapat-rapat internal sementara ini memang belum ada. Karena agenda Komisi I masih kosong, kita lagi fokus RAPBD, TP2APBD, dan Pansus,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron Hanas, menegaskan tidak ada persoalan di Komisi I. Ia menyebut Komisi I akan menggelar rapat terkait pelaksanaan Pilkades dengan mengundang Sekretaris Daerah (Sekda), Bagian Hukum, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat.
“Besok (Senin, red) Komisi I menggelar rapat bersama terkait Pilkades, baru kemarin suratnya saya tandatangani. Saya kira itu (persoalan di Komisi I) hanya isu,” jelasnya.
Politikus Partai Golkar itu menambahkan, agenda kerja setiap komisi dirumuskan oleh pimpinan komisi masing-masing. Menurutnya, minimnya rapat Komisi I kemungkinan dipengaruhi padatnya agenda pembahasan di Badan Anggaran (Banggar).
“Mungkin karena kesibukannya, kebutuhan komisi I banyak di Banggar yang sekarang lagi marathon dari pembahasan P2APBD, dan lainnya, jadi konsentrasi lebih banyak membahas itu dulu,” katanya. (pra)











