RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bekasi memasuki tahapan krusial. Menjelang pemungutan suara pada 20 September 2026, aparat kepolisian mulai mengantisipasi potensi gesekan antarpendukung calon.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah potensi kerawanan. Pemetaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan rekam jejak konflik yang pernah terjadi pada pelaksanaan Pilkades sebelumnya.
“Sudah kita lakukan potensi pemetaan. Dengan pengalaman sebelum-sebelumnya kita tetap antisipasi,” kata Andi usai menghadiri Deklarasi Damai Pilkades di Cikarang Pusat, Kamis (17/9).
Menurutnya, fanatisme pendukung menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai karena dapat memicu gesekan di lapangan. Salah satunya, gesekan antarpendukung sempat terjadi di wilayah Tarumajaya dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, Andi tidak merinci wilayah yang masuk dalam kategori rawan. Ia menegaskan kepolisian telah menyiapkan langkah pengamanan untuk mencegah gesekan berkembang menjadi konflik.
“Gesekan biasa antarpendukung. Nah, ini nanti harapannya masing-masing calon harus bisa mengendalikan pendukungnya. Ya, untuk tetap sama-sama bisa menahan diri,” tuturnya.
Untuk memperkuat pengamanan, Polres Metro Bekasi melakukan penebalan personel di sejumlah titik. Patroli bersama TNI dan unsur terkait juga akan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama tahapan pemungutan hingga proses setelah pencoblosan.
Selain pengamanan langsung, kepolisian menerapkan strategi cooling system dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Pendekatan dilakukan kepada tokoh masyarakat, panitia Pilkades, hingga calon yang tidak lolos tahapan pencalonan.
“Kita sudah lakukan penebalan, terus nanti kita ada lakukan langkah-langkah patroli bersama TNI, panitia, kita lakukan cooling system. Kita lakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, pasangan yang tidak lolos seleksi, kita sama-sama duduk bareng lah,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengingatkan para calon kepala desa dan pendukungnya agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memutus hubungan sosial.
Menurut Asep, persaingan dalam Pilkades seharusnya hanya berlangsung hingga hari pemungutan suara. Setelah itu, seluruh masyarakat harus kembali bersatu sebagai warga Kabupaten Bekasi.
“Yang penting jaga kondusivitas. Semua ini perbedaan nanti di tanggal 20. Setelah itu kita akan menyatu lagi menjadi masyarakat Kabupaten Bekasi. Anggap aja ini perjalanan, bukan pertandingan,” katanya.
Ia juga meminta calon yang terpilih tidak bersikap sombong, sementara calon yang kalah dapat menerima hasil pemilihan dan tetap menjaga silaturahmi.
“Yanh terpilih jangan sombong. Yang kalah jangan berkecil hati. Kalau bisa sambil dirangkul. Ya, karena ini adalah pemilihan yang demokrasi, ya. Itu. Yang kedua adalah jaga silaturahim, karena kita ini saudara, sekandung. Jangan sampai ada gejolak-gejolak,” pungkasnya. (ris)











