RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tanggul Kali Bekasi di sejumlah titik Kota Bekasi masih menyisakan celah penanganan. Pemerintah Kota Bekasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) kini menyiapkan usulan pembangunan tanggul di titik-titik yang terkendala lahan untuk diajukan ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto mengatakan, pembahasan bersama BBWSCC telah dilakukan untuk memastikan kelanjutan pembangunan tanggul di sejumlah lokasi yang hingga kini belum tertangani.
“Minggu depan kita bersurat ke Dirjen SDA sebagai dasar penanganan di 2027, termasuk yang PML kita masukkan,” ungkap Idi.
Usulan tersebut tidak hanya mencakup tanggul di Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML). Sejumlah titik lain yang masuk daftar antara lain kawasan Lottemart, Gang Mawar, Pasar Proyek, hingga Kampung Lebak, Teluk Pucung.
“Semua wilayah Kota Bekasi yang masih bolong-bolong kita usulkan,” ucapnya.
Menurut Idi, pembangunan tanggul di titik-titik yang belum terbangun dibutuhkan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di sepanjang Kali Bekasi. Penanganan secara parsial dinilai belum cukup jika masih terdapat bagian tanggul yang belum tersambung.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan Pemkot Bekasi telah menindaklanjuti rekomendasi Komisi II DPRD Kota Bekasi terkait penanganan tanggul Kali Bekasi, khususnya di kawasan PML.
“Jadi hari ini sudah dibagi tugas. Tugas pemerintah daerah di bawah kendali Pak Camat sudah melakukan pelaksanaan pembongkaran di PML,” kata Tri dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi, Kamis (17/9).
Selain PML, Pemkot juga tengah menindaklanjuti pembangunan fisik tanggul di sejumlah lokasi prioritas, di antaranya Gang Mawar, kawasan Pasar Proyek, dan sekitar RSUD Chasbullah Abdul Madjid. (sur)











