Berita Bekasi Nomor Satu

Sempat Molor, Pemkab Bekasi Janji Proyek Infrastruktur Dimulai Pertengahan Agustus

ILUSTRASI: Pengendara melintasi jalan rusak di Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, belum lama ini. FOTO: DOKUMEN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2026 di Kabupaten Bekasi baru akan dimulai bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi pada 15 Agustus. Sebelumnya, pelaksanaan proyek berulang kali mundur dari target awal yang dijadwalkan.

Penundaan itu terjadi karena pemerintah daerah harus menyesuaikan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) pada sejumlah proyek menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada meningkatnya harga material konstruksi.

Saat ini, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) masih menuntaskan proses pengadaan barang dan jasa sebelum pekerjaan fisik dimulai. Pemerintah berharap masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan seluruh tahapan kini berjalan sesuai rencana. Ia optimistis proyek pembangunan infrastruktur dapat mulai dikerjakan dalam dua pekan ke depan.

“Ini sedang berproses, paling dua minggu lagi mulai, tepatnya di pertengahan Agustus 2026,” kata Asep, Senin (3/8).

Saat ditanya kepastian jadwal tersebut, Asep menegaskan pelaksanaan pembangunan ditargetkan dimulai sesuai rencana.

Saat ditanya apakah jadwal tersebut sudah pasti, Asep menegaskan pelaksanaan pembangunan ditargetkan dimulai sesuai rencana.

“Insyaallah fix,” ujarnya.

Menurut Asep, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) menjadi salah satu perangkat daerah yang lebih dahulu bergerak. Sementara OPD lainnya akan memulai pekerjaan secara bertahap.

“Kalau DCKTR sudah lebih dulu, yang lainnya di pertengahan Agustus. Enggak lama lagi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, fokus seluruh OPD saat ini adalah menuntaskan proses pengadaan barang dan jasa sebagai tahapan akhir sebelum pekerjaan fisik dimulai di lapangan.

“Tahapannya sekarang pengadaan barang dan jasa. Enggak lama lagi,” imbuhnya.

Percepatan pembangunan itu, kata Asep, menjadi upaya pemerintah daerah mengejar target realisasi program pada sisa tahun anggaran 2026 setelah sejumlah proyek sempat mengalami keterlambatan.

Ia berharap seluruh proses pengadaan dapat rampung sesuai jadwal sehingga tidak ada lagi kendala yang menghambat pelaksanaan pembangunan.

“Harapannya setelah dimulainya pelaksanaan kegiatan pembangunan pada pekerjaan fisik di pertengahan Agustus, realisasi pembangunan di berbagai sektor dapat meningkat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat Kabupaten Bekasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, menyambut baik rencana dimulainya proyek pembangunan tersebut. Menurutnya, percepatan realisasi pembangunan merupakan hal yang dinantikan masyarakat setelah sempat mengalami keterlambatan.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana seluruh kegiatan pembangunan bisa segera berjalan, selesai tepat waktu, tepat mutu, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Ade.

Politikus Partai Golkar itu menegaskan, percepatan pembangunan harus diiringi penyerapan anggaran yang optimal agar tidak menyisakan anggaran besar pada akhir tahun.

“Oleh karena itu, kami di DPRD tentunya akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memantau progres pelaksanaan proyek di setiap perangkat daerah sesuai aturan, sehingga seluruh program prioritas dapat terealisasi sesuai rencana yang telah ditetapkan,” ujarnya.(and)