Berita Bekasi Nomor Satu

Bukan Pesta Mewah, Begini Cara Warga RW 019 Arenjaya Rayakan Kemerdekaan

Wagra RT004 RW 19 Arenjaya makan malam bersama menyambut hari kemerdekaan

RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR— Malam kemerdekaan di lingkungan RT 004/RW 019, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, terasa berbeda. Jalan lingkungan yang biasanya menjadi ruang lalu-lalang kendaraan berubah menjadi tempat berkumpul warga.

Tikar-tikar digelar memanjang di badan jalan. Warga duduk berhadapan, membentuk barisan sederhana seperti satu keluarga besar. Di atas tikar, berbagai hidangan tersaji. Nasi, lauk-pauk, makanan ringan, dan minuman dibagikan untuk dinikmati bersama.

Malam itu, hampir tak terlihat sekat di antara warga. Anak-anak, orang tua, hingga para pemuda larut dalam suasana yang penuh keakraban. Sesekali terdengar suara tawa dan obrolan dari sudut-sudut tikar. Sebagian warga saling menawarkan makanan, sementara lainnya sibuk berbincang mengenang berbagai kegiatan yang telah dilakukan bersama.

Yang menarik, warga kompak mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Warna bendera Merah Putih tampak menghiasi suasana makan malam. Di bawah cahaya lampu lingkungan, warna tersebut menjadi simbol sederhana bahwa kebersamaan juga menjadi bagian dari cara warga memaknai kemerdekaan.

Makan malam bersama itu digelar pada malam 17 Agustus 2026. Bagi warga RT 004/RW 019, kegiatan tersebut bukan sekadar acara makan bersama. Ada pesan tentang persaudaraan yang ingin terus dirawat di tengah kehidupan lingkungan yang semakin dinamis.

Tokoh warga RT 004/RW 019, Sunarto, mengatakan kegiatan makan bersama telah menjadi agenda yang rutin dilakukan setiap tahun.

BACA JUGA : Di Balik Rumah Bilik Bambu di Bojongmangu Bekasi, Ada Kearifan Lokal

“Ya, setiap tahun kita adakan kegiatan ini. Ini sebagai salah satu cara kita mengisi kemerdekaan, dengan cara merawat kebersamaan dan kekompakan warga melalui makan bersama,” kata Sunarto, Senin malam.

Menurut Sunarto, kemerdekaan tidak harus selalu diperingati dengan kegiatan yang besar dan meriah. Berkumpul, berbincang, saling berbagi makanan, serta menjaga hubungan baik antarwarga juga merupakan bentuk sederhana dalam mengisi kemerdekaan.

Semangat kebersamaan juga terlihat di sejumlah lingkungan RT lainnya di RW 019. Warga RT 009, RT 006, RT 003 hingga RT 001 menggelar berbagai kegiatan menyambut malam kemerdekaan. Pertunjukan kesenian, pembagian hadiah perlombaan, hingga pemberian apresiasi kepada warga menjadi bagian dari kemeriahan malam tersebut.

Sementara di RT 005, suasana berubah lebih khidmat ketika jarum jam mendekati pukul 00.00 WIB. Warga yang berkumpul di lapangan olahraga mematikan penerangan jalan. Lilin-lilin kemudian dinyalakan. Cahaya kecil dari lilin menerangi wajah warga yang duduk dan berdiri dalam suasana hening.

Warga RW19 kelurahan Arenjaya menyalankan lilin menyambut malam kemerdekaan HUT ke 81 RI

Seorang tokoh masyarakat memimpin doa. Dalam keheningan malam, warga memanjatkan harapan agar Indonesia ke depan semakin aman, maju, dan sejahtera.

Ketua RW 019 Kelurahan Arenjaya, Hasrul Wahyu Sitompul, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk sukacita warga dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua RW 019 kelurahan Arenjaya Harus Wahyu Sitompul saat memberikan sambutan

“Banyak cara yang dilakukan untuk mengisi kemerdekaan. Salah satunya yakni merawat kerukunan warga dan keamanan lingkungan,” ujar Hasrul.

Ia juga mengingatkan warga agar semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan setiap 17 Agustus. Persatuan, kepedulian, gotong royong, dan keamanan lingkungan, menurutnya, harus terus dijaga sepanjang waktu.

Hasrul bersama pengurus RW turut berkeliling mengunjungi sejumlah RT yang menggelar kegiatan malam kemerdekaan dan renungan.

Dari tikar yang terbentang di tengah jalan hingga lilin yang menyala menjelang pergantian hari, malam kemerdekaan di Arenjaya menjadi cerita tentang cara sederhana warga merawat Indonesia dari lingkungan terkecil.

Sebab, kemerdekaan bukan hanya tentang mengingat perjuangan masa lalu. Di tingkat kampung, kemerdekaan juga terasa ketika warga masih mau duduk bersama, berbagi makanan, saling menyapa, menjaga keamanan, dan merawat persaudaraan.(mif)