Berita Bekasi Nomor Satu

Ekonomi Kota Bekasi Triwulan Dua Tumbuh 5,99 Persen, Transportasi dan Mamin Jadi Penopang Utama

MODERN: Keberadaan moda transportasi modern seperti LRT menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ekonomi Kota Bekasi pada triwulan dua 2026 tumbuh 5,99 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kinerja positif perekonomian Kota Bekasi pada pertengahan tahun.

Statistisi Ahli Muda BPS Kota Bekasi, Ari Andriani, mengatakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan dua 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan triwulan dua 2025.

“Laju pertumbuhan ekonomi triwulan dua tahun 2026 sebesar 5,99 persen jika dibandingkan dengan triwulan dua tahun 2025,” ungkap Ari, Rabu (9/9/2026).

Pertumbuhan tersebut juga meningkat dibandingkan triwulan I 2026 yang tercatat sebesar 5,59 persen.

Tiga lapangan usaha yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi yakni transportasi dan pergudangan sebesar 9,64 persen, jasa pendidikan sebesar 9,22 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum (mamin) sebesar 8,86 persen.

Pertumbuhan ekonomi daerah turut menjadi perhatian pemerintah pusat melalui rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi. Rakor yang diikuti pemerintah daerah di seluruh Indonesia itu kini tidak hanya membahas pergerakan harga komoditas, tetapi juga perkembangan ekonomi di daerah.

Sementara itu, inflasi Kota Bekasi secara month to month (mtm) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,17 persen. Angka tersebut berada di bawah inflasi Jawa Barat dan nasional yang masing-masing sebesar 0,21 persen.

“Inflasi Kota Bekasi masih terkendali karena berada di bawah Jabar sebesar 0,21 persen dan nasional sebesar 0,21 persen,” ungkap Kabag Perekonomian Setda kota Bekasi, Saut Hutajulu.

Sejumlah komoditas memberikan andil terhadap inflasi Agustus. Di antaranya daging ayam ras sebesar 0,12 persen, rekreasi 0,05 persen, beras 0,03 persen, obat dengan resep 0,01 persen, dan buncis 0,01 persen.

Menurut Saut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus memantau dinamika harga kebutuhan pokok dan melakukan berbagai intervensi untuk menjaga tingkat inflasi.

“Berdasarkan kegiatan OPD telah melakukan monitoring kebutuhan harga pokok, gerakan pangan murah, pasar murah bersubsidi, dan operasi pasar murah,” ucapnya.

Dalam rakor pengendalian inflasi pada awal pekan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah kini tidak lagi hanya melihat perkembangan inflasi. Pemantauan juga diperluas pada pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.

Pemerintah mendorong lebih banyak kabupaten dan kota mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi. Langkah tersebut sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen.

“Kita ingin pertumbuhan ekonomi ini lebih cepat menuju 8 persen,” kata Tito dikutip dalam Rakor pengendalian inflasi secara daring. (sur)