RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dua medali emas sudah diraih Azrel Evan Nanlohy melalui kompetisi sains. Kini, siswa kelas XII.8 SMA Negeri 10 Kota Bekasi itu bersiap menghadapi tantangan berikutnya di Malaysia.
Azrel Evan Nanlohy (17) akan kembali mengikuti kompetisi sains di tingkat internasional. Bersama 23 siswa lainnya dari SMA Negeri 10 Kota Bekasi, Azrel dijadwalkan berangkat ke Malaysia pada 19 September 2026.
Sebanyak 24 siswa tersebut dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan enam siswa.
Empat produk inovasi disiapkan untuk dipresentasikan di Malaysia. Yakni teh herbal untuk diabetes, dua produk lotion skincare, serta deodoran berbentuk gel.
Persiapan itu sudah dilakukan selama sekitar lima bulan. Bagi Azrel, waktu tersebut menjadi bagian penting untuk menyempurnakan produk sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Sebelum bersiap ke Malaysia, Azrel sudah lebih dulu menorehkan prestasi. Siswa kelas XII.8 itu berhasil meraih dua medali emas dalam kompetisi sains melalui inovasi minuman berbahan herbal.
Dua medali emas tersebut diraih dalam ajang I2ASPO di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Desember 2025 dan WSEEC di Universitas Pancasila pada Mei 2026.
Kini, Azrel berharap prestasi tersebut dapat kembali berlanjut di Malaysia.
“Seneng banget, campur aduk deh. Seneng, ada deg-degan dikit. Mainly seneng sih,” ujar Azrel, Senin (14/9).
Rasa gugup juga sempat dirasakan Azrel ketika mendapat undangan untuk hadir dalam kegiatan di lingkungan Pemkot Bekasi.
Informasi tersebut diterimanya melalui WhatsApp dari pihak sekolah pada Minggu (13/9) sekitar pukul 16.00 WIB.
Ia baru mengetahui bahwa keesokan harinya akan mengikuti agenda tersebut.
“Jujur tidak menyangka. Karena saya jarang-jarang kayak gini, apel di sini, jadi nervous, agak deg-degan. Tapi begitu ngelihat ternyata ada anak-anak (berprestasi) lain juga, jadi lebih tenang dikit,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Azrel juga menyampaikan harapannya agar prestasi yang diraih bersama teman-temannya dapat membawa dampak positif bagi Kota Bekasi.
“Kami juga berharap semoga prestasi kami bisa membawa berita-berita bagus lagi, bisa membawa Kota Bekasi supaya lebih maju, lebih stand out lagi dibanding kota-kota lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, terkait keberangkatan para siswa ke Malaysia, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan Pemkot Bekasi memberikan dukungan dalam bentuk support dan apresiasi terhadap perjuangan para siswa.
Hal itu disampaikan Tri saat ditanya mengenai kontribusi Pemkot dalam persiapan keberangkatan SMA Negeri 10 Bekasi ke Malaysia.
“Saya kira kita hanya memberikan support saja lah. Untuk mereka agar mereka punya satu kekuatan. Untuk pemerintah memberikan satu apresiasi dan ketinggian usaha keras yang sudah dilakukan anak-anak,” ujar Tri.
Menurut Tri, persiapan yang dilakukan para siswa selama sekitar lima bulan menjadi bagian dari usaha yang patut diapresiasi.
“Bagaimana anak-anak dalam kurang waktu 5 bulan mereka bersiapkan diri dan kita berharap tentu mendapatkan hasil yang maksimal,” katanya.
Kini, Azrel dan 23 siswa lainnya tinggal menunggu waktu keberangkatan. Empat inovasi sudah disiapkan, persiapan telah berjalan selama lima bulan, dan target pun telah dipasang. (rez)











