RADARBEKASI.ID, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM resmi melantik Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Bale Gede, Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/10/2026).
Pelantikan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan (dapil) IX.
Pelantikan ini dilakukan setelah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengesahkan pengangkatan Asep dari wakil bupati menjadi bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030.
Pengesahan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3282 tentang Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Pengesahan Pemberhentian Wakil Bupati Bekasi. Keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 19 Oktober 2026 dan ditandatangani Mendagri Tito Karnavian.
Keputusan tersebut menindaklanjuti surat Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Nomor 100.1.2/1163/DPRD/2026 tertanggal 16 Oktober 2026 serta surat Gubernur Jawa Barat Nomor 9940/OD.03.02/PEMOTDA pada tanggal yang sama. Kedua surat itu berisi usulan pengangkatan Asep dari wakil bupati menjadi bupati untuk sisa masa jabatan 2025–2030.
Asep menggantikan Ade Kuswara Kunang yang diberhentikan setelah terseret kasus dugaan korupsi. Perkara yang menjerat Ade telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Profil Singkat Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja
Asep Surya Atmaja lahir di Bekasi pada 22 September 1976. Sebelum terjun ke dunia politik, ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Trisakti dan menyelesaikan studinya pada 2004.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 1 Lemahabang pada 1983–1989. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Cikarang pada 1989–1992 dan SMAN 1 Lemahabang pada 1992–1995.
Selain berprofesi sebagai dokter, Asep aktif dalam sejumlah organisasi kemasyarakatan dan profesi. Ia tercatat menjabat Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) periode 2023–2027, anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2004–2029, serta Dewan Penasihat Asklin Kabupaten Bekasi periode 2014–2029.
Di bidang kemasyarakatan, Asep menjabat bendahara Forum Komunikasi Ulama dan Tokoh Masyarakat periode 2024–2029. Ia juga tercatat sebagai Wakil Bendahara Pemuda Pancasila periode 2006–2029.
Karier politik Asep dimulai melalui Partai Golkar. Pada Pemilu 2019, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari daerah pemilihan Bekasi 6. Selama menjadi legislator, Asep aktif di Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi yang bermitra dengan bidang pendidikan, ketenagakerjaan, sosial, dan kesehatan. Ia juga pernah dipercaya menjadi Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bekasi.
Pada 2024, Asep bergabung dengan Partai Buruh. Dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2024, Partai Buruh bersama PDI-P mengusungnya sebagai calon wakil bupati mendampingi Ade Kuswara Kunang. Pasangan tersebut meraih 666.494 suara atau 45,68 persen dan memenangkan Pilkada.
Kini, setelah resmi dilantik sebagai bupati definitif, Asep menghadapi sejumlah pekerjaan rumah yang belum tuntas di Kabupaten Bekasi. Publik menanti gebrakan dokter yang memahami persoalan kesehatan itu untuk menyembuhkan “penyakit” menahun daerah, mulai dari persoalan sampah, lingkungan kumuh, hingga pembangunan infrastruktur yang belum merata. (and)











