RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepulan asap dan api dari nyala flare sempat menjadi sorotan pada laga Piala AFF U-19 saat Indonesia menjalani debut perdananya berhadapan dengan Vietnam di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Flare tetap bisa masuk meskipun sudah dijaga oleh petugas di pintu masuk area stadion. Total ada 1.500 personel kepolisian, TNI, dan unsur Pemerintah Kota (Pemkot) yang diterjunkan untuk mengamankan ajang AFF U-19 selama dua pekan kedepan.
Kejadian itu juga menjadi perhatian untuk melakukan pengamanan ekstra di pintu masuk stadion. Padahal, sebelumnya, pengamanan pertandingan diawali dengan apel pasukan sebelum dua pertandingan di Stadion Patriot Candrabhaga dilaksanakan pada hari pertama akhir pekan kemarin.
Petugas yang akan berjaga di pintu masuk sudah terpetakan, mereka akan menggeledah barang-barang bawaan para penonton, termasuk yang ada di dalam tas.
“Seperti adanya senjata api, senjata tajam, bahan peledak, korek api, minuman kaleng yang bisa dilempar ke lapangan, flare yang mengeluarkan api, mercon, kembang api, termasuk bambu yang buat bendera panjang itu dilarang karena membahayakan,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Hengki usai apel pengamanan pertandingan.
Petugas akan mengamankan semua pertandingan yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, pengamanan oleh petugas juga dilaksanakan kepada para pemain dalam perjalanan mulai dari hotel oleh Direktorat lalu lintas Polda Metro Jaya.
Hengki telah meminta para penonton untuk berperilaku tertib dan menghindari perilaku melanggar hukum. Ia menilai keberadaan para penonton di dalam tribun penonton adalah untuk menonton pertandingan saja, sedangkan yang menentukan jalannya pertandingan hendaknya diserahkan kepada wasit yang memimpin pertandingan.
“Menjadilah penonton yang tertib, yang baik, tidak usah mengikuti hal-hal yang melanggar hukum, melempar dan sebagainya,” tambahnya.
Selepas pertandingan Timnas Indonesia melawan Timnas Vietnam, Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengaku keberadaan Flare di dalam stadion mengganggu para pemain. Meskipun, ia tetap berterimakasih kepada para penonton atas semangatnya mendukung Timnas Indonesia.
Ia mengingatkan sanksi tegas yang diatur oleh FIFA akibat penonton yang menyalakan Flare.”Saya mohon fans bisa mengubah perilaku itu sedikit demi sedikit,” katanya.
Ia menilai para pemain cukup fokus hanya pada pertandingan, tidak pada hal-hal lain. Beruntung Flare yang sempat menyala di dalam tribun penonton kemarin kata STY tidak signifikan mempengaruhi permainan.
“Mungkin memang mengganggu, tapi itu tidak begitu mempengaruhi kami juga selama bermain,” tukasnya.
Sekedar diketahui, adanya Flare menyala dalam laga bisa membuat Indonesia dinilai gagal memenuhi tanggung jawab dalam organisasi pertandingan. Hal ini diatur dalam kode disiplin dan etik AFC pasal 64 ayat A, dimana setiap anggota asosiasi atau klub yang gagal memenuhi kewajibannya terkait dengan organisasi pertandingan dinilai melakukan pelanggaran.
Di dalam ketentuan tersebut, setiap perangkat pembakar, termasuk Flare yang menyala di dalam pertandingan masing-masing bernilai 5 ribu dolar AS, atau setara Rp 74 juta. Jumlah perkalian dari tiap Flare yang menyala ini lah yang akan dikenakan kepada penyelenggara. (sur).











