RADARBEKASI.ID, BEKASI – Teriakan warga dan siswa pecah tatkala truk trailer yang dikemudikan Ahmad Saeful (30) meluncur liar di Jalan Sultan Agung Km 28. Terlebih saat laju truk maut itu mengarah ke kerumunan siswa dan warga di selasar SDN Kota Baru 2 dan 3 yang hendak pulang. Brakk.. Sepuluh nyawa melayang, 23 lainnya kritis.
Insiden kecelakaan ini juga menyebabkan menara Base Transceiver Station (BTS) kamuflase setinggi sekitar 10 meter roboh hingga menimpa pengendara lain yang melintas.
Pantauan Radar Bekasi di ruas jalan dari arah Bekasi Selatan menuju Harapan Indah (HI) sangat padat, mobil ambulance beberapa kali melintas di ruas jalan di arah yang berlawanan saat kondisi lalu lintas di ruas jalan tersebut lengang.
Setelah puluhan korban berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit (RS), menara BTSkamuflase berhasil disingkirkan ke tepi jalan, satu ruas jalan dibuka untuk dua arah sekira pukul 10:30 WIB.
Lokasi kejadian tepat di depan SDN Kota Baru 2 dan 3 sontak dipenuhi warga sekitar.
Diketahui peristiwa nahas ini terjadi sekira pukul 09:30 WIB, saat sebagian siswa telah memasuki jam pulang sekolah, sebagian lagi tengah berada di jam istirahat. Saat sebagian siswa sudah dijemput orang tua, sebagain lagi menunggu jemputan, truk kontainer melaju dari arah Flyover Kranji menuju ke arah HI.
Dari kejauhan truk sudah terlihat oleng, mendekati lokasi kejadian truk justru mengarah ke tepi jalan sebelah kiri. Lantas truk trailer dengan 14 roda tersebut menabrak pedagang, siswa, dan orang dewasa yang tengah berada tepat di depan sekolah. Laju truk terhenti tepat di bawah pohon setelah menabrak menara BTS kamuflase.
Saat sejumlah warga berusaha mengevakuasi korban kecelakaan, menara BTS rubuh menimpa mobil boks yang justru berada di ruas jalan berlawanan, ruas jalan dari arah HI menuju Bekasi Selatan.
Akibatnya, pengemudi mobil boks meninggal dunia. Dari rekaman video amatir yang diterima oleh Radar Bekasi, nampak pengendara motor juga tertimpa menara yang rubuh, beruntung pengendara dan penumpangnya selamat lantaran tiang menara tertahan mobil boks.
Akibat kejadian ini, tercatat ada 23 korban luka, 10 korban meninggal dunia, diantaranya siswa sekolah. Salah satu saksi mengatakan bahwa dari kejauhan truk kontainer sudah terlihat melaju dalam keadaan tidak stabil.
“Dari jauh dia sudah terlihat oleng, mungkin karena (merasa) jalan di sana itu gujlak-gajluk (tidak rata) itu (Sopir) ngantuk yakan, buang ke kiri,” kata warga yang berada di lokasi, Toha (62), Rabu (31/8).
Ia membenarkan ada puluhan korban akibat kecelakaan ini, diantaranya siswa. Korban tidak selamat, kata Toha, terjepit saat kontainer berhenti melaju setelah menabrak menara BTS.
Saat itu, siswa sedang tidak berada di luar kelas saat jam istirahat, juga terdapat keluarga siswa yang tengah menjemput siswa setelah jam pelajaran berakhir.
“Pokoknya numpuk di depan kontainer, kedorong, jadi berhentinya pas di bawah pohon,” tambahnya.
Salah satu orang tua siswa juga Ketua RW 01, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Asmawi baru saja meninggalkan gerbang sekolah 10 menit sebelum kejadian. Setiap hari pukul 09:30 WIB, orang tua siswa memang menjemput anaknya.
“10 menit saya bergeser jemput anak saya, kejadian. Saya dapat kabar seperti itu. Kurang lebih setengah 10an,” kata Asmawi.
Mendengar kabar itu, Asmawi bergegas kembali ke sekolah anaknya untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut. Ia mengaku ikut mengevakuasi tiga korban, dua diantaranya meninggal ibu-ibu dan siswa sekolah, satu lagi pria dewasa dalam keadaan luka parah di bagian kaki.
Satu korban meninggal dunia dipastikan warganya, pedagang bakso. Selain korban yang terlibat langsung dalam insiden kecelakaan, satu korban lain tertimpa menara BTS.
“Sempat disana juga ada korban mobil boks ketimpa, dari arah Pulogadung,” imbuhnya.
Setelah seluruh korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah dievakuasi, kepolisian langsung melakukan olah TKP guna menyelidiki penyebab kecelakaan. Sebelum lokasi kejadian, kepolisian mendapati bekas rem sekira lima meter.
Dugaan sementara kecelakaan disebabkan oleh human eror atau gagal rem.
“Kita masih selidiki, kita lihat bekas rem, ini ada beberapa kemungkinan. Bisa human eror, bisa gagal rem karena overload, ini masih kita selidiki,” kata Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjenpol Aan Suhanan.
Pengemudi truk, Ahmad Saeful telah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota dan sedang dalam pemeriksaan. Namun hingga saat ini Ahmad sedang shock berat sehingga pemeriksaan terkendala.
“Pengemudi sudah kita amankan, sudah tes urin juga, hasilnya negatif, mungkin dia human eror atau mungkin gagal rem,” katanya.
Warga yang berada di sekitar lokasi menduga sopir dalam keadaan mengantuk. Pasalnya, kendaraan melaju dalam keadaan tidak stabil. Sebelumnya pemeriksaan awal kepolisian juga mendapati kondisi tuas gigi porsneling menunjukkan berada di angka tiga, kecepatan pada saat kejadian diprediksi diatas 60 km per jam.
Data yang didapat dari dua RS tempat korban dievakuasi, total ada 33 korban, 10 antaranya meninggal dunia. Korban meninggal tercatat empat orang siswa, enam orang berusia dewasa, 23 lainnya masih mendapatkan perawatan di RS Ananda Bekasi dan RSUD Kota Bekasi. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Hengki menyampaikan bahwa kondisi terkini sopir truk kontainer mengalami trauma dan menangis. Rencananya hari ini supir mulai dimintai keterangan, Kamis (1/9).
“Belum kita mintai keterangan karena masih menangis, trauma, dansebagainya, kita tunggu dia sudah pulih. Nanti kita akan langsung mintai keterangan,” ungkapnya.
Sementara itu, pemerintah Kota Beekasi mengusulkan pembatasan jam operasional kendaraan besar.”Kami sudah bersurat sejak 16 Agustus, karena ada beberapa jalan statusnya adalah jalan nasional,” kata Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Dalam surat tersebut, Pemkot Bekasi mengusulkan aturan pembatasan jam operasional kendaraan dimensi besar di Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, dan Jalan Cut Meutia. Pembatasan jam operasional berlaku pada pagi hari pukul 05:30 WIB sampai pukul 09:30 WIB, dilanjutkan sore hari pada pukul 16:30 WIB sampai pukul 19:00 WIB pada hari Senin sampai Jumat.
Sementara pada akhir pekan, hari Sabtu dan Minggu, pembatasan berlaku mulai pukul 10:00 WIB sampai pukul 21:00 WIB. Jalan memang nampak padat pada saat kejadian kemarin, kemacetan dalam waktu singkat mengular lebih dari 1 km, nampak ruas jalan dipadati kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, hingga kendaraan berdimensi besar. (Sur)











