Berita Bekasi Nomor Satu

Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Kota Bekasi Kumpulkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Bekasi, Rian Fauzi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Bekasi bersiap mengumpulkan seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan jemaah serta memetakan jumlah warga Bekasi yang saat ini berada di Arab Saudi maupun yang akan berangkat dalam waktu dekat.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bekasi, Rian Fauzi, mengatakan pemanggilan seluruh PPIU se-Kota Bekasi akan dilakukan secepatnya.

“Dalam waktu dekat kami akan mengundang seluruh PPIU se-Kota Bekasi untuk membahas situasi terkini dan memastikan kondisi jemaah,” ujarnya, Rabu (4/3).

Saat ini, pihaknya tengah meminta data resmi dari pemerintah pusat terkait biro perjalanan umroh yang berpusat maupun memiliki cabang di Kota Bekasi. Pendataan juga mencakup jumlah jemaah asal Bekasi yang masih berada di Arab Saudi serta yang dijadwalkan berangkat.

Rian memastikan hingga kini belum ada laporan jemaah asal Kota Bekasi yang mengalami kendala di Arab Saudi. Ia juga menyebut perwakilan Kemenhaj Indonesia di Arab Saudi terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna menjamin keamanan dan pelayanan jemaah.

“Sampai saat ini belum ada laporan terkait kendala jemaah Kota Bekasi,” katanya.

Meski demikian, Kemenhaj Kota Bekasi mengimbau warga yang berencana berangkat umroh dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan demi alasan keselamatan.

“Mempertimbangkan situasi keamanan, kami imbau untuk menunda atau me-reschedule keberangkatan. Bukan membatalkan, tetapi menunda,” tegasnya.

Bagi jemaah yang tetap memilih berangkat, ia meminta agar memastikan kembali maskapai yang digunakan serta memantau status penerbangan secara berkala. Pasalnya, sejumlah penerbangan transit dilaporkan mengalami pembatalan, penjadwalan ulang, atau penundaan.

Sementara itu, penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi maupun sebaliknya masih beroperasi melalui maskapai seperti Garuda, Lion Air, dan Saudi Airlines.

Kemenhaj menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan PPIU guna memastikan keselamatan seluruh jemaah asal Kota Bekasi. (sur)