RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Berbagai program digulirkan untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui program beasiswa yang menyasar berbagai jenjang pendidikan. Program ini memberikan dukungan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan minimal hingga program wajib belajar 12 tahun, bahkan melanjutkan hingga ke perguruan tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, mengatakan program beasiswa tersebut telah menjangkau puluhan ribu penerima di Kota Bekasi. Para penerima terdiri dari siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) swasta, hingga mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi.
Menurutnya, program ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang kerap menghadapi kendala biaya pendidikan.
“Betul bahwa kita sudah ada beasiswa untuk anak-anak mulai dari Dikmas, SD, SMP, itu semuanya sudah ada. Itu juga upaya untuk meningkatkan akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan,” ujar Alex.
Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan akses pendidikan saja belum cukup. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kualitas pendidikan yang diterima para siswa terus meningkat.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan tersebut salah satunya didukung melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran modern. Belum lama ini, pemerintah pusat menyalurkan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) ke sejumlah sekolah sebagai bagian dari program modernisasi pendidikan.
Perangkat papan interaktif tersebut diharapkan mampu mendukung metode pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif di dalam kelas. Meski demikian, Alex menilai keberhasilan penggunaan teknologi tersebut sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
“Gurunya harus siap, kemudian pengawasnya juga harus siap. Makanya ini perlu kita kembangkan dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk para guru,” katanya.
Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Bekasi juga telah menyepakati langkah pengembangan modul atau bahan ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran serta karakteristik siswa di daerah tersebut. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih relevan dan efektif.
Di sisi lain, penguatan pendidikan karakter juga menjadi perhatian penting dalam sistem pendidikan di Kota Bekasi. Alex menekankan bahwa sekolah tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter yang baik.
Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah kegiatan membaca Al-Qur’an bagi siswa beragama Islam sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai di sekolah-sekolah negeri. Program ini diharapkan dapat membangun kebiasaan positif sekaligus memperkuat nilai-nilai moral bagi para siswa.
Menurut Alex, dunia pendidikan saat ini juga menghadapi tantangan besar dari perkembangan teknologi informasi. Kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat bagi proses pembelajaran, namun di sisi lain juga dapat membawa dampak negatif apabila tidak dimanfaatkan secara bijak.
Penggunaan gawai atau ponsel pintar, misalnya, dapat membantu siswa mengakses berbagai sumber pembelajaran. Namun, tanpa pengawasan yang tepat, perangkat tersebut juga berpotensi disalahgunakan.
“Oleh karena itu, ini harus diantisipasi oleh semuanya, baik oleh guru maupun tenaga kependidikan lainnya. Supaya memperkecil peluang anak-anak memanfaatkan gadget untuk hal-hal yang tidak baik, dan kita arahkan untuk keperluan yang positif,” tandasnya. (sur)











