Berita Bekasi Nomor Satu

Momentum HUT Kota Bekasi, Ketua DPRD: Persoalan Sampah Bantargebang Harus Jadi Perhatian Lebih Serius Pemkot

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, menyoroti persoalan penanganan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang dinilai memerlukan penanganan komprehensif melaluu momentum perayaan HUT ke-29 Kota Bekasi.

“DPRD memandang persoalan Bantargebang harus menjadi perhatian yang jauh lebih serius dari Pemerintah Kota Bekasi,” ujar Sardi dalam pidatonya saat sidang Paripurna HUT ke-29 Kota Bekasi di gedung DPRD, Selasa (10/3).

Sorotan tersebut disampaikan menyusul insiden longsor gunungan sampah di Zona IV TPST Bantargebang yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia pada Minggu (8/9) lalu.

Menurut Sardi, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di kawasan TPST Bantargebang tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan biasa. Diperlukan transformasi teknologi serta sistem pengolahan yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Kota Bekasi telah lama menanggung beban lingkungan yang sangat besar. Sehingga keselamatan warga, perlindungan lingkungan, serta kepastian penanganan risiko harus menjadi prioritas utama,” kata Sardi.

Lebih jauh, ia berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat menjadikan momentum hari jadi Kota Bekasi sebagai titik balik untuk menghadirkan langkah yang lebih konkret dalam menyelesaikan persoalan sampah Bantargebang.

“Demi keselamatan masyarakat dan masa depan Kota Bekasi. Momentum hari jadi Kota Bekasi harus menjadi titik balik keseriusan melalui persoalan Bantargebang demi keselamatan warga,” imbuhnya.

Tak hanya itu, melalui momentum HUT ke-29 Kota Bekasi, ia mendorong Pemkot Bekasi untuk memperkuat sinergi kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jakarta, yang dituangkan dalam klausul Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait tata kelola TPST Bantargebang sehingga insiden memilukan itu tidak kembali terulang.

“Hal itu guna melahirkan solusi dan upaya-upaya konkret dalam menanggulangi berbagai persoalan di kawasan Bantargebang, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang,” pungkasnya. (cr1)