Berita Bekasi Nomor Satu

Profil Andrie Yunus, Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras Usai Bahas Isu Sensitif

Sosok Andrie Yunus, Aktivis HAM yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras di Jakarta. Foto: Mahkamah Konstitusi RI

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Publik menyoroti sosok Andrie Yunus setelah dirinya menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis malam (12/3/2026), di kawasan Salemba–Talang, Jakarta Pusat.

Insiden itu terjadi saat ia dalam perjalanan pulang usai menghadiri diskusi dan merekam podcast. Andrie sendiri merupakan Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, lembaga masyarakat sipil yang selama ini aktif memperjuangkan isu-isu pelanggaran HAM di Indonesia.

Kronologi Penyiraman Air Keras

Peristiwa penyerangan itu terjadi setelah Andrie menyelesaikan rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Podcast tersebut membahas tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”, topik yang berkaitan dengan perdebatan mengenai peran militer di ranah sipil.

Berdasarkan kronologi kejadian, Andrie Yunus tengah mengendarai sepeda motor sekitar pukul 23.37 WIB ketika dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor mendekat dari arah berlawanan.

Salah satu pelaku yang duduk di bagian belakang motor kemudian menyiramkan cairan keras ke arah tubuh korban, terutama di sisi kanan.

Serangan mendadak itu membuat Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motornya. Dalam kondisi kesakitan, ia berusaha meminta pertolongan kepada warga sekitar sambil menyebut bahwa cairan yang disiramkan kepadanya merupakan air keras.

Detik-detik kejadian tersebut juga sempat terekam kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Dalam rekaman itu terlihat pelaku sempat memutar balik kendaraan sebelum melakukan penyerangan terhadap korban.

Kondisi Korban

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar derajat dua pada sekitar 24 persen tubuhnya. Beberapa bagian tubuh yang terdampak antara lain tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.

Saat ini Andrie menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ia ditangani oleh tim medis yang terdiri dari enam dokter spesialis.

Salah satu tindakan medis yang direncanakan adalah operasi transplantasi membran amnion pada bagian mata untuk membantu proses pemulihan akibat luka yang dialami.

Pihak yang menangani kasus tersebut juga menyebut tidak ada barang milik korban yang hilang. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa motif penyerangan bukanlah perampokan.

Profil dan Pendidikan

Andrie Yunus dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia yang aktif menyuarakan berbagai isu terkait reformasi sektor keamanan dan perlindungan kebebasan sipil di Indonesia.

Baca Juga: Surat yang Putuskan Dokter Kamelia Ternyata Bukan dari Ammar Zoni, Ada Teror Misterius!

Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dan menyelesaikan studinya pada tahun 2020. Selama menempuh pendidikan di kampus tersebut, Andrie juga tercatat sebagai penerima Beasiswa Jentera.

Skripsi yang ia tulis menyoroti peran paralegal dalam mewujudkan persamaan di hadapan hukum. Topik tersebut menunjukkan minatnya yang kuat terhadap isu keadilan serta akses hukum bagi masyarakat.

Perjalanan Karier

Sebelum bergabung dengan KontraS, Andrie Yunus terlebih dahulu berkarier di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.

Ia bekerja sebagai advokat di LBH Jakarta pada periode 2019 hingga 2022. Selama menjalani profesinya di lembaga bantuan hukum tersebut, Andrie terlibat dalam berbagai pendampingan kasus yang berkaitan dengan kebebasan sipil serta perlindungan hak masyarakat.

Pengalaman tersebut kemudian membentuknya sebagai aktivis hukum publik yang aktif memperjuangkan isu-isu keadilan sosial.

Sejak bergabung dengan KontraS pada tahun 2022, Andrie dikenal sebagai sosok yang cukup vokal dalam mengkritisi berbagai kebijakan negara, terutama yang berkaitan dengan sektor keamanan.

Rekam Jejak Aktivisme

Dalam aktivitasnya sebagai aktivis, Andrie Yunus kerap terlibat dalam advokasi berbagai kasus pelanggaran HAM berat serta pendampingan keluarga korban yang masih memperjuangkan keadilan.

Ia juga aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan publik yang dinilai berpotensi membatasi kebebasan sipil.

Salah satu isu yang sering ia soroti adalah revisi Undang-Undang TNI yang dianggap dapat memperluas peran militer dalam urusan sipil. Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai kampanye publik terkait reformasi sektor keamanan.

Pada tahun 2025, Andrie sempat menjadi perhatian publik ketika bersama sejumlah aktivis masyarakat sipil mendatangi rapat pembahasan revisi UU TNI yang berlangsung tertutup di sebuah hotel di Jakarta. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap proses legislasi yang dinilai tidak transparan.

Tak hanya itu, Andrie juga pernah hadir sebagai saksi dalam persidangan uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan keterangan dari perspektif masyarakat sipil mengenai dampak regulasi tersebut. (ce2)