RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pergerakan masyarakat menjelang Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah simpul transportasi di Kota Bekasi. Terminal Induk Bekasi dan Stasiun Bekasi menjadi titik yang paling terlihat mengalami kenaikan jumlah penumpang sejak pertengahan pekan lalu. Meski demikian, kondisi lalu lintas di jalan arteri dalam kota hingga Minggu (15/3) malam masih didominasi perjalanan lokal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan dari arus pemudik.
Di Terminal Induk Kota Bekasi, aktivitas keberangkatan bus antar kota antar provinsi mulai meningkat sejak dimulainya masa angkutan Lebaran. Data menunjukkan lebih dari dua ribu penumpang telah berangkat dari terminal tersebut menuju berbagai kota tujuan dalam dua hari terakhir.
Pada 13 Maret tercatat sebanyak 1.022 penumpang berangkat dari terminal tersebut. Jumlah tersebut meningkat pada keesokan harinya, 14 Maret, menjadi 1.330 penumpang. Kenaikan tersebut menjadi indikator awal meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman lebih awal.
Komandan Regu Primajasa Terminal Induk Bekasi, Regi Suradi, mengatakan lonjakan penumpang mulai terasa pada Minggu pagi. Bahkan, pada waktu tertentu pihak terminal sempat mengalami kekurangan armada bus untuk melayani penumpang yang datang.
“Untuk di terminal baru start hari ini lonjakannya, tadi pagi kita sampai kekurangan mobil,” kata Regi, Minggu (15/3).
Menurut dia, pada dua hari sebelumnya pergerakan penumpang masih relatif normal meski sudah menunjukkan peningkatan. Ia memperkirakan jumlah penumpang akan terus bertambah, terutama menjelang malam hari ketika banyak masyarakat memulai perjalanan setelah menyelesaikan aktivitas.
Meski mulai ramai, Regi menilai lonjakan yang terjadi saat ini masih jauh dari puncak arus mudik. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peningkatan terbesar biasanya terjadi pada tiga hari terakhir sebelum Lebaran.
“Menurut prediksi kita, lonjakan saat ini belum ada apa-apanya, yang sangat besar itu H-3 sampai H-1 Lebaran,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak terminal telah menyiapkan bus cadangan. Total sekitar 210 unit bus disiapkan untuk melayani penumpang, khususnya pada periode puncak mudik yang diperkirakan terjadi beberapa hari sebelum hari raya.
Sementara itu, lonjakan yang lebih signifikan terlihat di Stasiun Bekasi. Moda transportasi kereta api jarak jauh masih menjadi pilihan utama masyarakat yang hendak pulang kampung karena dinilai lebih nyaman dan tepat waktu.
Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta menunjukkan total penumpang yang berangkat dari Stasiun Bekasi sejak 11 hingga 15 Maret mencapai 29.543 orang. Pada Minggu (15/3) saja, jumlah penumpang yang naik kereta dari stasiun tersebut tercatat sebanyak 7.094 orang.
Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan angka tersebut menunjukkan tren peningkatan yang konsisten seiring mendekatnya periode mudik Lebaran.
“Jumlah penumpang naik di Stasiun Bekasi pada hari Minggu 15 Maret sebanyak 7.094 penumpang,” kata Franoto.
Secara keseluruhan, pergerakan penumpang di seluruh stasiun wilayah Daop 1 Jakarta juga menunjukkan peningkatan. Dalam periode 11 hingga 15 Maret, total tercatat 238.632 penumpang berangkat dan 119.332 penumpang tiba di berbagai stasiun.
Adapun tiket yang telah terjual untuk perjalanan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta sejak 11 Maret hingga 1 April mencapai 705.784 tiket.
Berbeda dengan kondisi di terminal dan stasiun, lalu lintas kendaraan di jalan arteri Kota Bekasi hingga saat ini masih terpantau normal. Kepadatan kendaraan yang terjadi lebih banyak disebabkan aktivitas masyarakat lokal, seperti perjalanan menuju pusat perbelanjaan atau kegiatan akhir pekan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengatakan pihaknya belum melihat lonjakan kendaraan pemudik secara signifikan di jalan-jalan utama kota.
“Prediksi lonjakan akan terjadi pada Rabu, Kamis, Jumat. Prediksi ini kita mengambil data-data tahun lalu bahwa kenaikan itu terjadi H-3, H-2, dan H-1,” ujar Zeno.
Ia menjelaskan, tren peningkatan mobilitas masyarakat justru lebih dulu terlihat di simpul transportasi massal seperti stasiun dan terminal.
“Untuk roda dua, roda empat belum terlihat secara signifikan. Namun dilaporkan di terminal induk Kota Bekasi untuk jurusan antar kota antar provinsi sudah menunjukkan tren meningkat,” katanya.
Zeno memastikan Dinas Perhubungan telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan kelancaran arus mudik, baik di jalan arteri maupun di titik-titik transportasi massal.
Hal serupa juga disampaikan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro. Saat meninjau kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama, ia menyebut belum terjadi lonjakan signifikan kendaraan pemudik.
Beberapa ruas jalan utama seperti Jalan KH Noer Alie, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Jenderal Sudirman masih didominasi perjalanan masyarakat dalam kota.
“Memang ada peningkatan tapi peningkatan ini belum signifikan. Termasuk juga kalau kita lihat arus malam ini masih kebanyakan masyarakat yang pergi ke pusat perbelanjaan,” ujarnya.
Petugas gabungan dari unsur kepolisian, TNI, dan Pemerintah Kota Bekasi terus bersiaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kendaraan dalam beberapa hari ke depan. Jika diperlukan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan untuk mengurai kemacetan.
“Kita masih melihat dari pada kepadatan arus yang ada, kalau kita lihat seperti sekarang ini cukup padat tapi masih berjalan. Artinya kita belum memberlakukan rekayasa lalu lintas,” tambahnya. (sur)











