RADARBEKASI.ID, BEKASI — Di sebuah restoran cepat saji Summarecon Mall Bekasi Tahap 2 (SMB 2), Tika (25) sibuk melayani pesanan. Jemarinya lincah di atas layar kasir. Baginya, kelancaran listrik adalah kunci kerja.
“Kalau listrik padam sebentar saja, sistem bisa terganggu. Pesanan tertunda. Pelanggan bisa kecewa,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Di kawasan terpadu metropolitan Summarecon Bekasi, listrik bukan sekadar kebutuhan. Sudah menjadi nadi kehidupan. Menopang hunian, bisnis, hingga layanan publik.
Keandalan itu kini dijaga lewat sistem Zero Down Time (ZDT) dari PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero). Sistem ini memastikan aliran listrik tetap hidup tanpa padam.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyebut sistem ini sebelumnya hanya digunakan di lokasi strategis nasional. Summarecon Bekasi menjadi kawasan pertama di Jawa Barat yang menerapkannya.
“Zero Down Time artinya tidak ada padam. Ini seperti di kawasan Istana Negara. Sekarang kami hadirkan di Summarecon Bekasi,” ujar Sugeng.

Hal itu dikatakan Sugeng saat seremoni peresmian SPKLU Signature sekaligus deklarasi sistem ZDT dari PLN UP3 Bekasi di Summarecon Mall Bekasi, Rabu (1/4/2026).
Manager PLN UP3 Bekasi, Firman Sadikin, menegaskan bahwa pelanggan tidak akan mengalami pemadaman. Jika terjadi gangguan, penanganan dilakukan dengan sangat cepat.
“Kami usahakan pelanggan tidak mengalami pemadaman. Kalau pun terjadi, penanganannya akan sangat cepat,” ungkap Firman.
16 Tahun Summarecon Bekasi
Summarecon Bekasi kini memasuki usia 16 tahun. Sejak hadir pada 2010, kawasan seluas 240 hektare ini berkembang menjadi pusat hunian dan gaya hidup pilihan masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Perkembangan itu ditopang perencanaan kota yang matang serta infrastruktur modern yang terintegrasi.

Pertumbuhan terlihat dari pembukaan SMB 2 pada Februari 2026 sebagai pengembangan lanjutan dari tahap sebelumnya. Ekspansi ini memperkuat posisinya sebagai ikon belanja dan rekreasi.
Di bagian rooftop, hadir fasilitas Sports & Wellness Center bernama Wellground. Area ini mengusung konsep hidup aktif dalam satu ruang terpadu.
Beragam fasilitas tersedia. Mulai dari gym, spa, lapangan olahraga, hingga kolam renang berstandar internasional. Warga bisa berolahraga, bersantai, dan berinteraksi dalam satu kawasan.
Executive Director Summarecon Bekasi, Magdalena Juliati, menyampaikan bahwa sejak awal fokus utama pengembangan Summarecon Bekasi adalah menciptakan kehidupan yang utuh dalam satu kawasan.
“Kami tidak hanya membangun hunian, tetapi membentuk ekosistem,” ujar Magdalena, dikutip dari keterangan resminya.
Fasilitas komersial yang dihadirkan kini semakin berorientasi pada pengembangan experience dan lifestyle seperti pembukaan SMB 2 yang menjadi wujud komitmen perseroan dalam menciptakan Summarecon Bekasi yang semakin metropolis.
Selain mall, kawasan ini juga dilengkapi beragam fasilitas lain. Mulai dari tenant kuliner di ruko hingga La Spezia di kawasan Bekasi Central Business District (BCBD). Tersedia pula fasilitas pendidikan dari tingkat dasar hingga universitas, rumah sakit, serta perkantoran.
Tak hanya itu, fasilitas komersial seperti dealer mobil dan klinik kecantikan turut melengkapi kawasan ini. Pilihan huniannya pun beragam, mulai dari apartemen, rumah tapak modern, hingga hunian ultra luxury
“Seluruhnya dirancang untuk menghadirkan kualitas hidup terbaik dalam kawasan yang terintegrasi,” tegasnya.
Pengembangan Summarecon Bekasi sebagai kota terpadu yang mentransformasi wilayah utara Kota Bekasi menjadi kawasan hunian dan komersial metropolitan modern. Hal ini tercermin melalui keberhasilan menghadirkan ribuan unit rumah tapak di belasan klaster serta 4.800 lebih unit hunian di empat tower apartemen.
Kepercayaan masyarakat terhadap produk Summarecon Bekasi turut didukung oleh reputasi dan rekam jejak Summarecon selama lima dekade dalam menghadirkan kawasan terpadu berkualitas.
Komitmen tersebut menjadi fondasi pertumbuhan Summarecon Bekasi selama 16 tahun terakhir sekaligus memperkuat posisinya sebagai kawasan hunian bernilai tinggi dengan fasilitas yang terus berkembang.
Klaster Premium
Summarecon Bekasi juga menghadirkan klaster premium Soultan Island dengan konsep Ultra-Luxury Living in Nature’s Embrace. Klaster ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian berstandar tinggi.
Lingkungannya mengedepankan ketenangan dan privasi. Dilengkapi lanskap hijau serta danau alami dengan arsitektur megah.

Perancangannya melibatkan arsitek internasional Thomas B. Elliot dengan filosofi architecture as a legacy. Konsep ini memadukan estetika, fungsi, dan keberlanjutan lintas generasi.
Lokasinya berada di jantung kawasan dengan akses dekat ke tol Jakarta-Cikampek dan Becakayu, LRT Bekasi Barat serta Stasiun KRL Bekasi. Seluruhnya terhubung dengan pusat bisnis, pendidikan, dan fasilitas kesehatan modern. Hal ini memperkuat posisinya sebagai hunian prestisius bernilai investasi tinggi.
Daya Tarik Investasi
Pertumbuhan kawasan ini turut mendorong investasi di Kota Bekasi. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi, Priadi Santoso, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 realisasi investasi mencapai Rp11,57 triliun atau sekitar 79 persen dari target Rp14,66 triliun.
Sementara itu, realisasi investasi pada 2024 tercatat sebesar Rp13,7 triliun atau 103 persen dari target Rp13,2 triliun. Priadi menegaskan, pemerintah akan terus meningkatkan infrastruktur, pelayanan, serta kepastian hukum guna mendorong capaian investasi yang lebih optimal
Iklim usaha yang berkembang menarik pelaku bisnis. PT Quick Serve Indonesia membuka gerai baru Texas Chicken di SMB 2.
“Kota-kota seperti Bekasi kota yang maju ini sangat menjanjikan,” kata Managing Director PT Quick Serve Indonesia, Julius Evan Kristianto, saat pembukaan gerai Texas Chicken di SMB 2, Senin (6/4/2026).

Diakui bahwa kondisi ekonomi saat ini belum sepenuhnya pulih. Namun, perilaku masyarakat Kota Bekasi dinilai masih konsumtif.
“Biar bagaimana ekonomi lagi seperti ini, tapi justru kota ini masih konsumtif,” katanya.
Ciptakan Efek Berganda
Perjalanan 16 tahun Summarecon Bekasi menciptakan efek berganda. Aktivitas ekonomi tumbuh dan peluang usaha terbuka sampai luar kawasan.
Imas (46), pedagang nasi uduk, merasakan langsung dampak tersebut. Ia telah berjualan hampir 10 tahun di depan rumahnya yang berada dekat kawasan.
“Saya sudah jualan hampir 10 tahun. Alhamdulillah bisa biayai anak sampai kuliah,” ujarnya.
Kawasan Summarecon Bekasi menyerap banyak tenaga kerja. Gerai baru Texas Chicken saja mempekerjakan sekitar 40 warga lokal.
“Kita hire (mempekerjakan,red) lagi warga Bekasi sekitar 40 orang, satu toko ya,” kata Managing Director Julius, Evan Kristianto.
Jumlah itu baru dari satu usaha. Serapan tenaga kerja dari seluruh aktivitas di kawasan ini terus bergerak. Semua berjalan dalam satu ritme dengan dukungan sistem listrik tanpa kedip. (oke)












