RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Dunia musik internasional kembali digemparkan oleh kehadiran BIGBANG. Grup legendaris yang menjadi pilar Hallyu Wave ini resmi naik ke panggung Coachella 2026 sebagai bagian dari perayaan megah 20 tahun debut mereka.
Penampilan ini bukan sekadar reuni, melainkan pembuktian bahwa status “Kings of K-pop” masih melekat erat pada mereka.
Namun, di balik euforia panggung yang memukau ribuan penonton, muncul sebuah kabar mengejutkan mengenai sikap mereka di balik layar festival bergengsi tersebut.
Melansir laporan dari Koreaboo, BIGBANG dikabarkan menolak seluruh tawaran wawancara dari deretan media Barat kelas atas.
Nama-nama besar seperti The New York Times, Forbes, Rolling Stone, hingga Vanity Fair dilaporkan tidak mendapatkan akses untuk berbincang secara eksklusif dengan grup asuhan YG Entertainment ini.
Informasi ini mulai mencuat ke publik setelah seorang jurnalis senior mengungkapkan bahwa upaya untuk mengatur sesi wawancara dengan grup tersebut sama sekali tidak mendapatkan respons dari pihak manajemen maupun anggota grup.
Langkah berani ini langsung memicu gelombang reaksi di media sosial, terutama di platform X (Twitter). Bukannya merasa kecewa, mayoritas penggemar internasional justru memberikan pujian setinggi langit.
Bagi banyak fans, keputusan ini adalah bukti nyata bahwa BIGBANG tidak lagi membutuhkan validasi dari industri musik Barat untuk mempertahankan eksistensi mereka.
Beberapa komentar netizen yang menjadi sorotan antara lain:
@mywaychef: “Mereka lebih besar dari itu… mereka tidak butuh promosi, penggemar sudah tahu kapan dan di mana harus pergi. Mereka tidak mengejar, media yang mengejar mereka. Mentalitas Raja!”
Baca Juga: Ji Ye Eun ‘Running Man’ Resmi Pacaran dengan Vata Leader We Dem Boyz
@Trueonly642982: “Cara pria ini dan kelompoknya tidak peduli untuk mempromosikan diri mereka sendiri sungguh mencengangkan.”
@jvicwills: “Menolak wawancara dengan media Barat besar, 90% lirik mereka dalam bahasa Korea, membawakan musik trot alias lagu tradisional Korea, dan menjadi trending #1 secara global di SEMUA platform media sosial. Sungguh menyegarkan melihat grup yang tidak tergila-gila dan mencari validasi Barat. MEREKA ADALAH LEGENDA.”
Penampilan BIGBANG di Coachella 2026 memang terbilang unik. Di tengah tren grup K-pop yang mulai menyesuaikan pasar global dengan lirik bahasa Inggris, BIGBANG tetap setia dengan identitas mereka.
Fakta Menarik di Coachella 2026:
-Mayoritas lirik lagu tetap dibawakan dalam Bahasa Korea.
-Menyisipkan elemen Musik Trot (genre tradisional Korea) di panggung internasional.
-Berhasil menduduki peringkat #1 Trending Global di seluruh platform media sosial pasca penampilan.
Keputusan untuk membatasi akses media Barat seolah menegaskan pesan kuat: BIGBANG datang untuk berpesta dengan penggemar dan merayakan warisan musik mereka, bukan untuk mengikuti aturan main industri global yang seringkali menuntut konformitas.
Setelah dua dekade, BIGBANG membuktikan bahwa mereka tidak mengikuti tren, merekalah sang pembuat tren itu sendiri. (MNA)











