RADARBEKASI.ID, BEKASI – Cuaca tak menentu melanda Kabupaten Bekasi dalam sepekan terakhir. Suhu panas pada siang hari mencapai 33 derajat Celcius.
Namun hujan kerap turun pada sore hari sekitar pukul 16.00. Kondisi ini berdampak pada kesehatan dan mulai memengaruhi ketahanan pangan.
Perubahan cuaca ekstrem mendorong petani untuk beradaptasi. Pola tanam dan jenis komoditas perlu disesuaikan agar produksi tetap terjaga.
Pada 2026 Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi mencatat sejumlah komoditas dalam kategori waspada. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, bawang putih, bawang merah, minyak goreng, sayuran dan kedelai.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Bennie Yulianto Iskandar, mengungkap petani harus dapat beradaptasi pola tanam dan jenis tanaman menyesuaikan dengan kondisi iklim.
“Upaya ini kita harapkan mampu menjaga stabilitas pangan daerah di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem,” ucap Bennie, Rabu (15/4).
Ia menambahkan, masyarakat juga perlu berperan aktif dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri. Tanaman seperti singkong, ubi, jagung, dan sukun dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu.
“Masyarakat juga perlu bijak dalam mengonsumsi pangan dan mengurangi pemborosan melalui Gerakan Stop Boros Pangan,” tambahnya.
Bennie menyebut komoditas beras menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kabupaten Bekasi saat ini sekitar 150 ton per tahun. Pada 2026 jumlahnya tercatat 150,59 ton dan dinilai belum ideal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Karena kami juga melakukan intervensi cepat seperti penyaluran atau distribusi CPPD, penanganan daerah rawan pangan dan gizi, menggelar pelaksanaan Gerakan Pangan Murah,” terang Bennie.
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan antisipasi melalui kolaborasi dengan berbagai instansi. Upaya tersebut mencakup pencegahan risiko gagal panen serta menjaga kelancaran distribusi pangan.
“Upaya yang kami lakukan di antaranya mengurangi risiko gagal panen serta menjaga distribusi pangan tetap lancar melalui kolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas SDABMBK, hingga BULOG. Selain itu, kami memastikan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tetap tersedia,” tandasnya. (ris)











