Berita Bekasi Nomor Satu

Satu Calon Jemaah Haji Asal Kota Bekasi Tunda Berangkat, Ini Alasannya

BERANGKAT PERDANA: Sejumlah calon jemaah haji asal Kota Bekasi yang tergabung dalam kloter satu saat memasuki Asrama Haji Kelas 1 Bekasi, Selasa (21/4). FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Suasana haru sekaligus penuh semangat mewarnai keberangkatan kloter pertama jemaah haji asal Kota Bekasi di Asrama Haji Kelas I Bekasi, Selasa (21/4) pagi. Sejak pukul 07.30 WIB, ratusan calon tamu Allah mulai berdatangan dengan wajah sumringah, membawa koper, serta doa panjang setelah penantian bertahun-tahun.

Namun di tengah kebahagiaan itu, satu jemaah terpaksa menunda keberangkatan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Total jemaah dan petugas dalam kloter pertama mencapai 445 orang. Rinciannya, 441 orang merupakan jemaah, sedangkan empat lainnya adalah petugas kloter yang terdiri atas ketua rombongan, pembimbing ibadah, serta tenaga kesehatan.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Rian Fauzi, mengatakan para jemaah menunjukkan antusiasme tinggi setelah menunggu giliran berangkat dalam waktu yang tidak singkat.

“Kalau dilihat tentunya selepas jemaah yang kemarin mungkin menunggu sudah bertahun-tahun ya, pada saatnya tiba mereka akan diberangkatkan, mereka sangat antusias dan bersemangat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setibanya di Asrama Haji, para jemaah tidak mengikuti kegiatan seremonial. Mereka langsung menjalani serangkaian proses administrasi dan pemeriksaan, mulai dari pengecekan dokumen, pemeriksaan kesehatan, hingga aktivasi kartu nusuk sebagai identitas selama berada di Arab Saudi.

Di antara rombongan tersebut, terdapat 19 jemaah pengguna kursi roda serta dua jemaah kategori lansia prioritas. Meski demikian, seluruhnya telah dinyatakan layak dan siap mengikuti rangkaian ibadah haji.

Namun satu jemaah lansia dipastikan belum bisa berangkat bersama kloter pertama. Posisinya digantikan jemaah cadangan karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan.

“Tertunda keberangkatannya karena sakit, masih dirawat di rumah sakit. Bisa diberangkatkan pada kloter berikutnya menunggu kondisi benar-benar pulih,” kata Rian.

Ia mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji. Menurutnya, stamina menjadi faktor penting mengingat padatnya aktivitas ibadah di Tanah Suci.

“Jemaah harus menjaga kesehatan dan jangan terlalu banyak beban pikiran. Selama pelaksanaan ibadah akan dilayani petugas,” tambahnya.

Kisah haru juga datang dari salahsatu jemaah, Suharjito (69). Ia mengaku mendaftar haji bersama istri dan ibu mertuanya pada 2013. Saat itu, ia diperkirakan baru bisa berangkat pada 2027 atau 2028.

“Pada saat daftar ibu saya ada keluh kesah, estimasinya tahun 2027-2028, mamah sampai nggak umurnya. Alhamdulillah dapat rejeki, saya umrah berempat dengan istri dan anak, jadi ibu dipanggil Allah tapi sudah melaksanakan umrah, walaupun belum haji,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Setelah lebih dari 12 tahun menunggu, Suharjito bersama sang istri akhirnya masuk daftar keberangkatan tahun 2026. Ia pun mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan hingga dinyatakan layak berangkat.

“Awalnya kaget pada saat medical check up kok saya dapat pendamping, saya pikir pendamping itu apa, nggak taunya obat. Saya memang ada keluhan sedikit jantung,” katanya sambil tersenyum.

Kloter pertama jemaah haji asal Kota Bekasi dijadwalkan berangkat dari Asrama Haji Kelas 1 Bekasi menuju bandara pada Rabu dini hari pukul 02.00 WIB. Tahun ini, sebanyak 12 ribu jemaah akan diberangkatkan melalui Asrama Haji Bekasi yang terbagi dalam 28 kloter.(sur)