Berita Bekasi Nomor Satu

Helikopter Malaysia Tabrakan di Udara saat Latihan, 10 Awak Tewas

Ilustrasi helikopter Royal Malaysian Navy yang terlibat kecelakaan. Foyo: Reuters via SCMP.

RADARBEKASI.ID, PERAK – Sebuah insiden tragis mengguncang Malaysia setelah dua helikopter Angkatan Laut bertabrakan di udara saat latihan, menewaskan seluruh awak di dalamnya. Peristiwa memilukan ini terjadi Kamis (23/4/2026) pagi waktu setempat, di fasilitas angkatan laut Lumut, negara bagian Perak.

Mengutip Reuters dan BBC, kecelakaan berlangsung sekitar pukul 09.32 waktu setempat, ketika kedua helikopter tengah melakukan latihan formasi untuk persiapan perayaan 90 tahun Angkatan Laut Kerajaan Malaysia.

Namun nahas, dalam manuver tersebut, bagian depan salah satu helikopter menghantam rotor belakang helikopter lainnya.

Benturan keras itu membuat kedua helikopter kehilangan kendali sebelum akhirnya jatuh ke darat. Rekaman kejadian yang beredar luas dan telah diverifikasi oleh Buletin TV3 menunjukkan detik-detik mengerikan tabrakan di udara tersebut.

BACA JUGA: Jersey Baru Timnas Banjir Pujian, Netizen Bandingkan dengan Jersey Timnas Malaysia

Sebanyak 10 awak dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Rinciannya, tujuh orang berasal dari tim Maritime Operations Helicopter (HOM-AW139), sementara tiga lainnya merupakan anggota skuadron Fennec.

Pihak Royal Malaysian Navy menyatakan seluruh korban langsung dinyatakan meninggal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Pangkalan Angkatan Darat Lumut untuk proses identifikasi.

“Semua korban dipastikan meninggal di tempat kejadian dan dikirim ke rumah sakit militer pangkalan angkatan laut Lumut untuk identifikasi,” kata pihak angkatan laut.

Komandan senior operasional pemadam kebakaran, Suhaimy Mohamad Suhail, mengkonfirmasi bahwa kecelakaan terjadi saat sesi latihan penerbangan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Mohamed Khaled Nordin juga membenarkan bahwa dua helikopter yang terlibat adalah helikopter operasi maritim dan helikopter militer jenis Fennec.

Sebagai respons atas tragedi ini, Angkatan Laut Malaysia membentuk tim investigasi khusus untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.