Berita Bekasi Nomor Satu

Ikan Sapu-sapu Kuasai Sungai Cileungsi-Cikeas hingga Kali Bekasi

MELEDAK: Populasi ikan sapu-sapu terlihat mendominasi aliran Kali Cileungsi di kawasan Jalan Villa Nusa Indah, perbatasan Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor, Belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ikan sapu-sapu, yang biasa kita kenal sebagai ikan “pembersih kaca akuarium”, kini telah menguasai aliran sungai dari Cileungsi-Cikeas hingga Kali Bekasi. Populasinya meledak, bahkan mulai diburu warga untuk dijual.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, mengungkapkan lonjakan populasi ikan sapu-sapu kini kian tak terkendali. Indikasinya terlihat dari hasil tangkapan warga yang meningkat drastis.

“Sekarang sangat banyak. Pasang bubu di sungai, dalam waktu singkat bisa dapat puluhan ekor,” ujarnya.

Dominasi ikan ini tak lagi terbatas di satu wilayah. Sepanjang aliran sungai dari Bogor hingga Bekasi, keberadaannya makin mudah ditemukan, terutama saat musim kemarau ketika debit air menyusut.

Masalahnya, ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif dengan kemampuan berkembang biak sangat cepat. Dalam sekali bertelur, jumlahnya bisa mencapai ribuan dan tingkat hidupnya tinggi.

“Ini harus segera disikapi bersama. Kalau dibiarkan, bisa mengganggu ekosistem,” tegas Puarman.

Tak hanya soal ekologi, fenomena ini juga mulai merembet ke aspek ekonomi. Warga dilaporkan mulai menangkap ikan sapu-sapu untuk dijual, bahkan berpotensi dijadikan bahan olahan makanan.

KP2C pun mendorong langkah terpadu: mulai dari edukasi bahaya konsumsi, larangan peredaran sebagai bahan pangan, hingga aksi pembasmian massal.

Rencananya, perburuan ikan sapu-sapu akan dilakukan pada Juni mendatang, tepat pada saat kondisi air sungai surut dan memudahkan penangkapan. Koordinasi pun telah dilakukan dengan Pemkot Bekasi dan Pemkab Bogor.

“Juni waktu yang tepat, air kecil dan ikan lebih mudah ditangkap,” katanya.

Fenomena ini bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, bangkai ikan sapu-sapu kerap terlihat menumpuk saat kemarau, terutama di titik-titik dengan kondisi air tercemar, seperti di kawasan Curug Parigi, Bantargebang.(sur)