Berita Bekasi Nomor Satu

Kebutuhan Tenaga Kerja Sektor Manufaktur di Kabupaten Bekasi Menurun

ILUSTRASI: Foto udara salahsatu perusahaan di kawasan GIIC, Cikarang Pusat, belum lama ini. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kebutuhan tenaga kerja pada sektor manufaktur di Kabupaten Bekasi mulai menurun seiring melemahnya produktivitas perusahaan akibat tekanan ekonomi global.

Kepala Bidang Informasi Pasar Kerja dan Peningkatan Produktivitas Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Muhammad Ali Amran, mengatakan kondisi ketenagakerjaan saat ini berada dalam fase menantang. Berdasarkan komunikasi dengan sejumlah perusahaan, banyak di antaranya kesulitan mempertahankan tingkat produksi.

“Memang sekarang kondisinya bahwa perusahaan masih sangat sulit berkaitan dengan produktivitasnya, sehingga kebutuhan pegawai juga menurun,” ucap Amran, belum lama ini.

Ia menjelaskan, sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Bekasi sangat bergantung pada sektor manufaktur. Namun, kondisi global yang tidak menentu membuat perputaran tenaga kerja di sektor tersebut cenderung stagnan.

“Kondisi perusahaan di kita itu kebanyakan manufaktur, kebanyakan sekarang untuk turn-over-nya sangat kecil,” tambahnya.

Kondisi itu membuat peluang kerja di sektor industri semakin terbatas. Karena itu, Disnaker mendorong pencari kerja tidak hanya bergantung pada sektor pabrik, melainkan mulai melirik sektor informal.

“Makanya kita mendorong bagaimana pencari kerja ini dibekali sektor-sektor informal, seperti bagaimana skill mereka kaitan dengan entrepreneur digitalisasi dan kewirausahaan. Kita dorong sehingga mereka jangan sampai berpikir bahwa kerja itu hanya di pabrik,” tutur Amran.

Di tengah kelesuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berupaya meningkatkan transparansi informasi lowongan kerja dengan mengoptimalkan implementasi Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2024. Melalui kebijakan ini, perusahaan diwajibkan melaporkan lowongan kerja melalui aplikasi Siap Kerja.

Saat ini, lebih dari 1.900 perusahaan telah terintegrasi dalam sistem dengan basis data lebih dari 60 ribu pencari kerja. Tercatat sekitar 5.600 lowongan kerja tersedia dalam platform Careerhub.

“Kita berharap warga Kabupaten Bekasi bisa memanfaatkan ini sehingga mereka tidak kesulitan mencari informasi lowongan pekerjaan,” sambungnya.

Meski demikian, ia mengakui sistem tersebut belum sepenuhnya mampu menekan peredaran lowongan kerja palsu dan praktik percaloan. Ia menegaskan, seluruh informasi yang disalurkan melalui kanal resmi Disnaker telah melalui proses verifikasi.

“Kalau menemukan indikasi penyimpangan, laporkan saja kepada pihak yang berwenang,” tutup Amran. (ris)