RADARBEKASI.ID, BEKASI — Pembangunan flyover Bulak Kapal di Bekasi Timur dikebut setelah mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto, pascainsiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4). Dukungan tersebut berupa anggaran bantuan presiden (banpres) sebesar Rp220 miliar.
Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan pembebasan lahan untuk proyek infrastruktur tersebut sejak 2025 dengan anggaran Rp50 miliar dan dilanjutkan pada 2026 sebesar Rp56 miliar.
“Jadi sudah hampir Rp106 miliar yang sudah kita bayarkan kepada warga masyarakat untuk dilakukan pembebasan lahan,” kata Tri, Selasa (28/4).
Semula, proyek ini ditargetkan rampung pada 2027. Kebutuhan anggaran konstruksi diperkirakan mencapai Rp253 miliar dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun, setelah insiden kecelakaan tersebut menjadi perhatian nasional, jadwal pembangunan dipercepat. Proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan dalam enam bulan ke depan sesuai arahan Presiden apabila anggaran telah dicairkan.
“Jadi yang targetnya di 2027, sehingga 2026 mudah-mudahan enam bulan ke depan sudah bisa pembangunan flyover,” ujarnya.
Tri menyebut pemerintah pusat berpotensi membantu pendanaan melalui skema Bantuan Presiden (Banpres) sekitar Rp 220 miliar.
“Jadi mudah-mudahan nanti yang Rp 220 miliarnya akan dibantu dari pusat melalui Bantuan Presiden,” ujarnya. (sur)











