RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemain bek legenda Timnas Indonesia era 1991 hingga 2003 asal Bekasi, Nur Alim, turut merespons keputusan pemindahan laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung ke kandang Borneo FC tepatnya di Stadion Segiri pada Minggu (10/5/2026), pukul 15.30 WIB.
Ia terkejut mengetahui laga Persija Vs Persib yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Jakarta, dipindahkan ke Samarinda lantaran asumsi faktor keamanan. “Cuma saya juga kaget, tahu-tahu main itu dialihkan ke sampai ke luar Jawa gitu, di Kalimantan,” ujar pemain yang akrab disapa Jabrik itu, ketika ditemui di Stadion Patriot pada Kamis (7/5/2026).
Pemain yang memperkuat Macan Kemayoran selama enam musim itu berpandangan bahwa atmosfer menjelang pertandingan memang sudah mulai terasa, terlebih dari euforia yang muncul dari media sosial.
BACA JUGA: Alasan Keamanan, Laga Panas Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda
“Kalau Abang lihat, ini kan istilahnya sebelum bertanding aja aura euforianya ini kan sudah panas ya, medsos lah atau apanya gitu. Kalau kata Abang menyikapinya sih sebenarnya biasa-biasa aja ya. Oke, boleh panas, jangan sampai terjadi keributan antar suporter gitu,” katanya.
Bek tangguh kelahiran Bekasi, 27 Desember 1973 itu juga meyakini, para suporter dari kedua tim baik dari Thejakmania dan Bobotoh sudah semakin dewasa dalam menyikapi rivalitas di sepak bola. Pasalnya laga big match antara Persija dan Persib itu digadang-gadang akan menjadi atensi besar bagi seluruh pecinta sepak bola nasional.
“Saya yakin sekarang ini semua suporter, entah itu dari The Jak dari Viking kah, itu semua kalau saya lihat mereka dewasa semua. Dibuang egonya. Terus kita lihat di pertandingan Big match ini antara Persija sama Persib, semua insan sepak bola yang ada di Indonesia ini tertuju pada pertandingan nanti tanggal 10,” ungkapnya.
Lebih jauh, pemain yang ikut memperkuat Timnas di ajang Piala Tiger pertama di tahun 1996, menegaskan bahwa hasil pertandingan bukan hal utama dibanding menjaga sportivitas antarpendukung maupun tim yang bertanding.
Ia berharap laga Persija kontra Persib pada, Minggu 10 Mei 2026 mendatang dapat berlangsung aman tanpa kericuhan, sekaligus menjadi contoh kedewasaan suporter dari dua klub besar yang mempunyai basis pendukung fanatik di Indonesia.
“Kalah menang itu bonus, tapi tetap menjaga sportivitas. Mudah-mudahan pertandingan tanggal 10 ini antara Persija sama Persib tidak ada terjadi konflik. Kita maunya memberikan contahlah bahwa tim besar seperti Persija dengan suporter Jakmanianya mereka dewasa, apalagi tim Persib dengan suporter Bobotohnya bisa memberikan contoh yang baik,” tandasnya. (zak)











