RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai mengembalikan fungsi Jalan Raya Pekayon di akses pintu selatan Grand Galaxy City dengan membongkar konstruksi jalan yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan, Kamis (9/7).
Langkah itu dilakukan setelah serangkaian evaluasi, teguran, hingga permintaan pembongkaran mandiri kepada pihak pengembang tidak direspons.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan pembongkaran dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi konstruksi jalan yang dinilai tidak sesuai ketentuan teknis.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga menerima banyak keluhan masyarakat terkait ketidaknyamanan saat melintas di lokasi tersebut.
“Awalnya kami melihat konstruksi yang dibangun tidak sesuai ketentuan. Kemudian Pak Wali Kota juga menerima aduan masyarakat karena kondisi jalan dinilai tidak nyaman bahkan sudah berdampak pada kecelakaan lalu lintas,” ujar Idi, Kamis.
Menurutnya, Pemkot kemudian melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari aspek perizinan hingga konstruksi pekerjaan yang dilakukan pihak Grand Galaxy City. Hasilnya, DBMSDA meminta pengembang mengembalikan fungsi jalan sesuai standar yang berlaku.
Proses penertiban telah dimulai sejak 22 April 2026 melalui rapat evaluasi bersama pengembang. Namun hingga batas waktu yang diberikan, tidak ada tindak lanjut.
Pada 4 Mei, DBMSDA melayangkan surat pertama yang meminta pembongkaran dilakukan secara mandiri. Sehari kemudian pihak Grand Galaxy City mengajukan usulan perubahan desain, namun ditolak karena pemerintah tetap meminta pembongkaran sesuai ketentuan.
Pertemuan kembali digelar pada 29 Juni. Selanjutnya, pada 30 Juni, DBMSDA kembali mengirimkan surat yang memberikan waktu tujuh hari kepada pengembang untuk melakukan pembongkaran mandiri.
“Sampai batas waktu tujuh hari tidak ada respons. Karena itu berdasarkan surat perintah tertanggal 7 Juli, hari ini kami melaksanakan eksekusi pembongkaran,” katanya.
Idi menjelaskan, pembongkaran dilakukan semata-mata untuk mengembalikan fungsi jalan agar lebih aman bagi pengguna. Bahkan saat proses eksekusi berlangsung, seorang pengendara sepeda motor terjatuh tepat di lokasi pekerjaan.
“Tadi pagi saat kami melakukan eksekusi ada pengendara motor yang jatuh tepat di depan lokasi. Ini menunjukkan kondisi jalan memang membahayakan pengguna,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, permasalahan utama berada pada elevasi jalan yang terlalu tinggi dengan bentang yang pendek sehingga menghasilkan tanjakan yang sangat curam. Kondisi tersebut dinilai tidak memenuhi standar geometrik jalan.
“Standar kemiringan geometrik sekitar delapan persen. Sementara di lokasi ini elevasinya terlalu tinggi dengan bentang yang pendek sehingga sangat curam. Seharusnya jika dilakukan peninggian, seluruh ruas di persimpangan dibuat dengan elevasi yang sama agar transisi jalan lebih landai dan aman,” jelasnya.
Menurut Idi, akses pintu selatan Grand Galaxy City kini menjadi salah satu jalur alternatif penting yang menghubungkan Bekasi Selatan, Jatiasih hingga Bantargebang. Jalur tersebut juga menjadi pilihan masyarakat karena adanya pekerjaan jembatan di Simpang Kemang, Jalan Pekayon.
Meski sempat meminta penundaan, kata dia, pihak pengembang akhirnya menerima pelaksanaan pembongkaran.
“Mereka sempat meminta penundaan, tetapi kami tidak bisa mengakomodasi karena sudah ada surat tugas untuk melaksanakan pembongkaran hari ini. Tujuan kami hanya mengembalikan fungsi jalan sesuai standar keselamatan bagi masyarakat,” tegasnya.
DBMSDA menargetkan proses pembongkaran rampung dalam waktu sekitar lima hari. Sebanyak satu unit alat berat dan tiga dump truck diterjunkan pada hari pertama, dengan kemungkinan penambahan alat berat apabila dibutuhkan.
Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas tetap dibuka dengan sistem buka-tutup lajur. Masyarakat diimbau memanfaatkan jalur alternatif melalui Cikunir, Jalan Ratna-Jatikramat maupun Jalan Siliwangi untuk mengurangi kepadatan selama proses pembongkaran. (rez)











