RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027 di SMP Negeri 5 Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, berjalan lancar. Seluruh tahapan penerimaan siswa baru dari berbagai jalur telah terlaksana sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal tersebut disampaikan Plt Kepala SMPN 5 Cikarang Selatan (Ciksel), Raden Saiful Bahari, Kamis (9/6). Ia mengatakan, pada tahun ajaran baru ini SMPN 5 Cikarang Selatan membuka 10 rombongan belajar (rombel) dengan jumlah kuota sebanyak 400 siswa.
“Alhamdulillah jalur afirmasi, jalur domisili, jalur perpindahan tugas orang tua (mutasi), dan jalur prestasi sudah terisi sesuai dengan peraturan yang ada,” katanya.
Saiful menjelaskan, kelancaran pelaksanaan SPMB tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan pihak sekolah sebelum proses penerimaan dimulai. Salah satunya melalui sosialisasi kepada masyarakat terkait mekanisme dan aturan SPMB.
BACA JUGA: Proses SPMB Kabupaten Bekasi Lancar, Pendaftaran Cukup lewat HP
“Kami (pihak sekolah) berusaha memberikan pelayanan terbaik. Dari awal kami sosialisasi kepada masyarakat, kami mengundang RT/RW, pemerintah desa, serta perwakilan guru-guru SD agar peraturan atau sistem SPMB ini bisa tersosialisasikan dengan baik,” tuturnya.
Selain sosialisasi secara langsung, pihak sekolah juga membuat grup WhatsApp yang melibatkan guru SD dan orangtua calon siswa. Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah penyampaian informasi selama proses SPMB berlangsung.
“Jadi itu yang kami laksanakan. Sampai pelaksanaannya pun kami siapkan banner, papan informasi, bagian pelayanan informasi tentang SPMB, pelayanan aduan, serta panitia lainnya juga kami persiapkan dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saiful mengatakan, setelah proses penerimaan siswa baru selesai, pihak sekolah kini mulai mempersiapkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 22 Juli 2026.
“Untuk tahun ajaran yang baru memang sudah disampaikan melalui surat edaran mengenai MPLS yang ramah. MPLS ini pengenalan lingkungan sekolah, bagaimana siswa mengenal lingkungan sekolah dan juga bagaimana kebiasaan atau keseharian yang dilakukan di sekolah,” ucapnya.
Dalam pelaksanaan MPLS, panitia berasal dari para guru yang dibantu oleh kakak kelas pilihan yang dinilai mampu menjadi contoh dan teladan bagi siswa baru.
Setelah MPLS selesai, pihak sekolah juga akan menggelar pertemuan bersama orang tua siswa untuk membahas program kegiatan sekolah selama satu tahun ke depan, khususnya bagi siswa kelas 7.
“Program yang dicanangkan di 2026-2027 ini mungkin khusus mengenai penerapan coding untuk dua angkatan. Jadi ada mata pelajaran coding untuk dua angkatan, kelas 7 dan 8 sudah menerima tahun ini sesuai dengan edaran dari Dinas Pendidikan,” katanya.
Selain penerapan pembelajaran coding, SMPN 5 Cikarang Selatan juga akan menerapkan konsep pembelajaran mendalam (deep learning), yakni pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga pemahaman dan praktik dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemudian yang kedua tentang adanya pembelajaran mendalam, dimana anak lebih memaknai pembelajaran tersebut. Siswa bukan hanya sekadar hafal, tapi bisa memaknai dan juga sudah bisa mempraktikkan hal untuk kehidupan pribadinya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Saiful menambahkan, keberhasilan pendidikan membutuhkan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Terlebih, kegiatan pendidikan di sekolah mencakup tiga unsur, yakni intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
“Yang pastinya antara tiga unsur orang tua, masyarakat, dan juga sekolah harus bersatu. Apalagi dalam kegiatan itu ada tiga, ada intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler,” pungkasnya. (and)











