Berita Bekasi Nomor Satu

Kisah Toko Buku Ngarai Sianok di Jalan Ir. Juanda Kota Bekasi, 26 Tahun Bertahan di Tengah Gempuran Zaman dan Sepinya Pembeli

Ratman (71), penjual buku di Jalan Ir. Juanda, Kota Bekasi. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Di tengah kemudahan mengakses bacaan melalui gawai dan internet, sebuah toko buku bekas bernama Ngarai Sianok masih bertahan di Jalan Ir. Juanda, Kota Bekasi. Berdiri sejak tahun 2000, toko ini telah bertahan selama 26 tahun menghadapi perubahan zaman dan menurunnya minat baca masyarakat.

Penjual buku, Ratman (71), mengungkapkan alasan dirinya tetap bertahan berjualan buku di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, keterbatasan modal membuat ia tidak memiliki banyak pilihan untuk beralih ke usaha lain.

“Ya habis kita usaha apa lagi? Kita kan enggak punya modal. Kalau punya modal, kita mau pindah dagang lain. Terpaksa kita bertahan aja di sini. Kalau buku ini modalnya kan enggak banyak,” ujarnya saat ditemui radarbekasi.id pada Rabu, (29/7/2026).

Pria yang sebelumnya sempat berjualan pakaian di Jatinegara itu mengatakan, omzet penjualan bukunya kini menurun drastis. Jika dahulu pendapatan hariannya mampu mencapai ratusan ribu rupiah, kini hasil penjualannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari keluarganya.

“Oh jauh bedanya. Sekarang omzet kadang-kadang dapat Rp75.000, Rp50.000 sehari. Kalau tahun 2000 sampai Rp500.000, Rp600.000 sehari,” ungkapnya.

Ia menuturkan, penurunan omzet mulai terasa ketika masyarakat beralih ke media digital, seperti telepon genggam dan internet, yang semakin berkembang sejak pertengahan tahun 2000-an.

“Jauh sekarang. Karena masalah ini sih, soalnya anak-anaknya kan baca buku kurang sekarang, pengaruh HP,” tuturnya.

Menariknya, toko buku yang buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 17.30 WIB itu masih menyediakan beragam koleksi, mulai dari komik, novel, buku agama, buku pelajaran, majalah, hingga buku-buku lama yang sulit ditemukan. Bahkan, buku biografi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto juga tersedia di toko tersebut.

Harga buku yang dijual pun cukup terjangkau, mulai dari Rp3.000 hingga Rp30.000, tergantung jenis dan kondisi bukunya.

Ratman berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat lebih memperhatikan kondisi pelaku usaha kecil seperti dirinya. Ia juga berharap pemerintah dapat kembali menumbuhkan minat baca masyarakat agar toko buku bekas seperti miliknya tetap memiliki pembeli. (zak)