Berita Bekasi Nomor Satu

Bonus Atlet Belum Cair, Pemkab Bekasi Janji Bayar Akhir Tahun

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bonus untuk atlet Kabupaten Bekasi yang berlaga di POPDA dan POPNAS 2025 belum juga cair. Pemerintah Kabupaten Bekasi beralasan pembayaran masih menunggu penyesuaian anggaran melalui APBD Perubahan 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, mengatakan hak atlet tetap dialokasikan. Penundaan pembayaran terjadi karena penyesuaian ketersediaan anggaran.

“Bonus itu tetap ada. Hanya memang ada penyesuaian dalam realisasinya karena berkaitan dengan ketersediaan anggaran,” kata Iman, Rabu (12/8).

Persoalan pembayaran bonus mencuat setelah seorang atlet renang yang pernah membela Kabupaten Bekasi di ajang POPDA menyampaikan keluhannya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Keluhan itu disampaikan saat Dedi menghadiri kuliah umum bagi calon mahasiswa baru di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Senin (10/8).

Dedi kemudian menghubungi Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja untuk meminta kejelasan mengenai hak atlet tersebut. Namun, sambungan telepon itu tidak diangkat.

Iman mengatakan bonus yang masuk dalam APBD Perubahan 2026 tidak hanya untuk atlet POPDA dan POPNAS. Anggaran itu mencakup apresiasi bagi kontingen Kabupaten Bekasi yang mengikuti sejumlah kejuaraan pada 2025, di antaranya Peparda Jawa Barat, Peparnas, dan FORNAS NTB.

Menurut Iman, penganggaran ulang dilakukan setelah Disbudpora mengevaluasi sejumlah kegiatan yang tidak terlaksana. Anggaran dari kegiatan tersebut kemudian dirasionalisasi untuk memenuhi kebutuhan pembayaran bonus atlet.

“Insyaallah penyalurannya November atau Desember 2026,” tambahnya.

Disbudpora, kata Iman, akan menyalurkan bonus secara nontunai. Uang ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima untuk mencegah potensi pemotongan.

“Bonus diberikan langsung melalui rekening penerima. Selama ini tidak pernah ada pemotongan satu rupiah pun dari pihak dinas kepada para penerima bonus,” ujar Iman.

Iman mengatakan pemberian bonus merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas prestasi atlet. Pembinaan juga tetap dilakukan melalui berbagai kejuaraan, termasuk POPDA dan Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Daerah.

“Prestasi atlet terus kami dorong melalui pembinaan dan keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan. Mulai dari POPDA, Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Daerah, dan berbagai event olahraga lainnya,” tutur Iman.

Ia menambahkan, pembinaan berkelanjutan diperlukan agar atlet Kabupaten Bekasi mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.

“Pembinaan dan prestasi atlet tetap menjadi perhatian kami. Kami ingin atlet Kabupaten Bekasi terus berkembang dan mampu memberikan prestasi terbaik di berbagai ajang,” pungkasnya. (ris)