RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kembali ke Istana Negara menjadi pengalaman istimewa bagi Mikhayla Aleandra Anggawijaya (9), siswa kelas 4 SD Al Muslim Tambun, Kabupaten Bekasi.
Di usianya yang masih belia, Mikhayla kembali mendapat kesempatan hadir dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara. Ini menjadi pengalaman keduanya setelah tahun sebelumnya ia mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Bagi Mikhayla, kesempatan tersebut bukan sekadar tentang hadir di Istana Negara. Ia melihatnya sebagai pengalaman untuk belajar, bersyukur, sekaligus membawa semangat sederhana dari anak-anak Kabupaten Bekasi untuk terus mengenal dan mencintai Indonesia.
Kesempatan Mikhayla hadir di Istana Negara tahun ini juga tidak lepas dari keterlibatannya bersama BAIK (Budaya Anak Indonesia Kreatif), komunitas dan yayasan yang menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, serta mengenal dan mencintai budaya Indonesia.
Kiprah dan berbagai kegiatan BAIK dapat diikuti melalui Instagram @BAIK_foundation, yang turut menjadi wadah berbagi aktivitas dan kolaborasi anak-anak dalam mengenal budaya Indonesia.

“Buat Mikha, bisa ke Istana Negara itu pengalaman yang sangat berharga. Mikha bersyukur bisa mendapat kesempatan ini. Yang paling penting, Mikha bisa belajar dan bertemu banyak teman dari berbagai daerah,” ujar Mikhayla.
Perjalanan Mikhayla bersama BAIK berjalan beriringan dengan berbagai pengalaman yang ia dapatkan dalam beberapa tahun terakhir.
Tahun lalu, ia hadir di Istana Negara sebagai Duta Pariwisata Cilik Jawa Barat 2025 dan Mpok Pinilih Cilik Kabupaten Bekasi 2024. Dalam perjalanan berikutnya, ia meraih 2nd Runner Up Duta Pariwisata Cilik Nasional 2025 serta mendapat kesempatan menjadi Winner General Manager Cilik Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah Bekasi 2026.
Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses Mikhayla untuk terus belajar dan mencoba hal-hal baru.
Sebagai siswa SD Al Muslim Tambun, ia aktif mengembangkan diri melalui pendidikan, storytelling, seni, budaya, dan berbagai kegiatan positif. Di sekolah, Mikhayla juga tercatat sebagai Siswa Terbaik SD Al Muslim Tambun bidang akademik dan nonakademik selama 2024–2025–2026.
Bagi Mikhayla, sekolah menjadi salah satu tempat penting untuk membangun keberanian, kedisiplinan, rasa ingin tahu, dan kemauan untuk terus belajar.
Di samping itu, ia aktif sebagai pegiat budaya dan pariwisata cilik, sekaligus menikmati berbagai kegiatan seperti Master of Ceremony, bilingual storytelling, traditional dance, hingga ventriloquist. Ia juga pernah mendapat kesempatan menjadi Host RRI Pro 1 Jakarta dalam program IDOLA (Indonesia Layak Anak).
Kecintaannya terhadap budaya dan pariwisata kemudian ia kembangkan melalui TAMASIA (Teman Asik Mengenal Budaya dan Pariwisata Bersama Mikha).
Melalui TAMASIA, Mikhayla mencoba mengenalkan budaya, cerita daerah, serta destinasi wisata Indonesia kepada anak-anak seusianya dengan cara sederhana dan dekat dengan dunia mereka. Salah satu kegiatan TAMASIA juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi.
“Menurut Mikha, cinta Indonesia itu tidak harus selalu dengan hal yang besar. Kita bisa mulai dari mengenal budaya sendiri, memakai batik dan kebaya, belajar tentang tempat wisata di Indonesia, menjaga lingkungan, dan menceritakan hal-hal baik tentang Indonesia kepada teman-teman,” katanya.

Di bidang pendidikan dan kompetisi, Mikhayla juga memperoleh sejumlah pengalaman, antara lain Best Paper Konferensi Anak Nasional 2025, Winner English Storytelling English One Indonesia 2026, serta beberapa prestasi dalam kompetisi English dan Science Olympiad. Ia juga terlibat sebagai kontributor dalam MURI Record 2026 Nandikara Arutala Puisi Akorstik Terbanyak.
Namun, bagi Mikhayla, semua pencapaian tersebut merupakan bagian dari proses belajar.
“Semua pengalaman ini buat Mikha adalah kesempatan untuk belajar. Kadang menang, kadang belum berhasil. Yang penting Mikha terus mencoba dan belajar dari setiap pengalaman,” tuturnya.
Menurutnya, perjuangan anak-anak Indonesia saat ini memang berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu.
“Dulu para pahlawan berjuang untuk merebut kemerdekaan. Sekarang tugas kita sebagai anak-anak Indonesia adalah mengisi kemerdekaan dengan belajar, berkarya, berprestasi, dan mencintai Indonesia,” ujar Mikha.
Ia berharap semakin banyak anak Indonesia yang berani mengenal budayanya sendiri dan tidak malu untuk mencintai Indonesia.
“Jangan malu mencintai budaya Indonesia. Kita bisa belajar tari tradisional, memakai batik, mengenal cerita rakyat, mengunjungi tempat wisata di Indonesia, dan membagikannya kepada teman-teman. Karena kalau bukan kita, generasi muda Indonesia, siapa lagi yang akan menjaga budaya kita,” ujarnya.
Bagi Mikhayla, kembali ke Istana Negara untuk kedua kalinya bukan tentang seberapa banyak pencapaian yang sudah diraih, melainkan tentang sebuah kesempatan untuk terus belajar dan bersyukur.
Dari Kabupaten Bekasi, SD Al Muslim Tambun, BAIK, hingga berbagai pengalaman yang mempertemukannya dengan anak-anak dari berbagai daerah, Mikhayla berharap dapat terus membawa hal-hal baik dan mengenalkan Indonesia dengan caranya sendiri.
“Indonesia itu rumah kita. Jadi yuk, kita kenal, kita bangga, kita jaga, dan kita ceritakan ke dunia. Merdeka!,” pungkasnya. (oke)











