RADARBEKASI.ID, BEKASI – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bekasi Kota terus mendorong peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang mengusung tema “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di sejumlah titik di wilayah Kota Bekasi dengan melibatkan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), komunitas, serta mitra BPJS Ketenagakerjaan. Pelaksanaan di berbagai titik ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan edukasi dan akses perlindungan jaminan sosial kepada pekerja sektor informal yang memiliki beragam profesi dan aktivitas pekerjaan.
Salahsatu titik pelaksanaan kegiatan berada di Warung Nasi Ibu Rawalumbu, Kota Bekasi, yang diikuti pekerja dan komunitas pekerja sektor informal. Melalui kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial sekaligus mendorong pekerja untuk memastikan dirinya telah terlindungi.
Pekerja BPU merupakan kelompok pekerja yang menjalankan aktivitas secara mandiri dengan karakteristik dan risiko pekerjaan yang beragam. Mulai dari pedagang, pelaku usaha, pengemudi, pekerja jasa, hingga berbagai profesi informal lainnya, seluruhnya memiliki potensi menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya.
Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pekerja dapat memperoleh perlindungan melalui berbagai program, di antaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP) sesuai dengan ketentuan kepesertaan yang berlaku.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, A. Fauzan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial di berbagai titik merupakan bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk semakin mendekatkan perlindungan kepada pekerja.
“Kami ingin gerakan sadar jaminan sosial ini hadir lebih dekat dengan pekerja. Karena itu, kegiatan dilaksanakan di beberapa titik dan melibatkan komunitas maupun pekerja BPU secara langsung. Harapannya, semakin banyak pekerja yang memahami bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan kebutuhan penting dalam menjalankan pekerjaan dan merencanakan masa depan,” ujar A. Fauzan.
Menurut Fauzan, pekerja sektor informal memiliki peranan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Namun, karakteristik pekerjaan yang mandiri membuat perlindungan sosial bagi kelompok tersebut perlu terus diperkuat melalui edukasi dan pendekatan yang lebih dekat dengan komunitas.
“Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya tentang mendapatkan perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga tentang membangun ketenangan dalam bekerja. Dengan terlindungi, pekerja dapat bekerja lebih tenang dan keluarga juga memiliki jaring pengaman ketika menghadapi risiko sosial ekonomi,” tambahnya.
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan berbagai komunitas dan mitra di wilayah Kota Bekasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial, khususnya bagi pekerja sektor informal.
Melalui Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota mengajak seluruh pekerja untuk tidak menunggu risiko terjadi terlebih dahulu sebelum menyadari pentingnya perlindungan. Kesadaran untuk menjadi peserta dan memastikan kepesertaan tetap aktif merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian dan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bekasi Kota berkomitmen untuk terus memperluas edukasi dan akses kepesertaan kepada pekerja BPU, komunitas, serta sektor informal lainnya. Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dan kegiatan yang hadir langsung di tengah masyarakat, sejalan dengan komitmen “Bersama Melindungi Pekerja, Membangun Masa Depan yang Lebih Sejahtera”. (oke)











