RADARBEKASI.ID, BEKASI – Janji akan adanya bantuan bagi warga terdampak kebakaran SPBE Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, hingga kini masih dinantikan warga. Lima bulan lebih setelah insiden pada 1 April 2026, sebanyak 42 warga tercatat terdampak dan masih menunggu kepastian bantuan maupun kompensasi.
Salah seorang korban, Abdul Muhi, mengatakan warga masih menunggu kepastian terkait bantuan dan penyelesaian kompensasi atas dampak kebakaran disertai ledakan tersebut. Khusus kerusakan rumah, kata Abdul, penilaian sebelumnya telah dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Hasil penilaian tersebut juga telah disepakati warga dan pihak SPBE.
“Agar dari pihak SPBE segera membayar hak warga yang rumahnya terdampak, yang sudah dihitung oleh pihak KJPP dan disepakati oleh pihak SPBE dan warga,” kata Abdul kepada Radar Bekasi, Rabu (9/9/2026).
Abdul mengatakan, warga sempat memperkirakan bantuan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM akan diberikan pada Senin (7/9).
Namun, pada hari tersebut yang datang justru tim dari Disperkimtan Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pendataan rumah terdampak.
“Perkiraan warga Senin itu pemberian santunan dari pihak KDM, eh ternyata yang datang pihak Disperkimtan Kota Bekasi dan Provinsi untuk mendata tempat tinggal yang terdampak sebanyak 21 rumah,” ujarnya.
Hingga Rabu (9/9/2026), Abdul menyebut belum ada informasi lanjutan mengenai pencairan santunan. Bantuan bagi korban meninggal dunia, korban luka, maupun warga yang tempat usahanya terdampak juga masih ditunggu.
“Untuk uang santunan belum ada kabar lagi,” katanya.
Abdul juga mengatakan, menurut pengetahuannya, warga terdampak belum menerima bantuan dari pihak SPBE.
“Intinya kita justru dari SPBE sampai sekarang sama sekali belum ngasih bantuan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemprov Jabar telah menyiapkan bantuan bagi korban ledakan SPBE Cimuning.
Bantuan tersebut ditargetkan diserahkan pada Senin (7/9), dengan Rp25 juta untuk korban meninggal dunia dan Rp40 juta bagi rumah warga yang terdampak. Sementara biaya pengobatan korban luka ditanggung Pemprov Jabar.
“Dari pemerintah provinsi juga sudah menyiapkan bantuan. Mudah-mudahan hari Senin sudah bisa kita serahkan.” ujarnya, Jumat (4/9).
Dalam peristiwa ledakan SPBE tersebut, tercatat enam korban meninggal dunia dan 12 korban luka. Hingga kini, warga terdampak masih menunggu kepastian bantuan serta penyelesaian kompensasi. (rez)











