Berita Bekasi Nomor Satu

PKB Bekasi Hormati Hasil Survei, Jadikan Bahan Evaluasi Internal  

ILUSTRASI: DPW PKB Jawa Barat saat proses penyerahan SK dan Kontrak Kerja ke pengurus DPC Kota dan Kabupaten di Jabar belum lama ini.

RADARBEKASI.ID,BEKASI- Hasil survei Poltracking Indonesia pada periode 14-20 Agustus 2026, menempatkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan elektabilitas di angka 6,2 persen.

Hasil itu turut disikapi PKB Kota dan Kabupaten Bekasi yang menganggap sebagai salah satu landasan menyongsong Pemilu 2029 mendatang. Meski pengalaman mereka, hasil survei kerap berbanding terbalik di kontestasi sesungguhnya.

“PKB itu di setiap Pemilu selalu menempati di posisi papan tengah, tapi selalu berbanding terbalik dengan hasilnya. Di PKB itu selalu anomali, pendapatan asli ketika Pileg, perbandingannya 100 persen. Kayak dulu misalkan 2024, hasil surveinya 5 persen, tapi perolehannya di Pemilu 11 persen,” ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Muhamad Rochadi, kepada Radar Bekasi, Senin (28/9/26).

Namun, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat itu mengungkapkan, hasil survei itu menjadi landasan untuk terus bekerja total guna mencapai target. Perihal wacana ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5 persen, pria yang akrab disapa Adi itu yakin hasil di Pemilu partainya bisa melampaui itu.

“Tadi yang saya sampaikan, biarlah itu menjadi best line kita untuk memulai bekerja, untuk terus bekerja, mengabdikan ke masyarakat agar supaya semakin mendapat kepercayaan oleh masyarakat,” ucapnya yang saat ini tenga fokus penataan pengurus ranting berbasis RT.

Terpisah, Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizki Topananda, menilai bahwa hasil survei dilakukan dengan metode ilmiah. Ia menegaskan, selama masih bisa dipertanggungjawabkan, itu harus dihormati.

“Itu justru menjadi bagian dari penguatan kita di internal bahwa hari ini posisi kita sekarang sedang berada dimana, kondisi seperti apa, sehingga ketika bicara target Pemilu yang akan datang kita masih punya waktu untuk meningkatkan apa yang menjadi survei hari ini, agar kedepan lebih baik lagi,” katanya.

“Jadi intinya kita menghargai hasil survei itu, dan menjadi starting point kita hari ini untuk meningkatkan dan menggandakan lebih banyak lagi,” sambung Anggota DPRD Kota Bekasi itu.

Terkait wacana ambang batas parlemen menjadi 5 persen, dirinya menegaskan, pihaknya sama sekali tidak khawatir selama itu menjadi keputusan bersama hasil pembahasan di DPR RI. Terlebih berdasarkan hasil survei, ketika parliamentary threshold 5 persen, partainya sudah di atas angka itu dengan 6,2 persen. Bagaimana tiga tahun ke depan atau Pemilu yang akan datang, akan terus meningkat angkanya.

“Saya yakin kita mengikuti hasil itu, kalau mau ditetapkan parliamentary threshold 5 persen, saya punya keyakinan besar PKB pasti melampaui itu jauh. Karena hasil pemilu terakhir, kita selalu jauh dari 5 persen,” katanya. (pra)