RADARBEKASI.ID, WASHINGTON — Militer Amerika Serikat kembali mengerahkan kelompok tempur kapal induk ketiga ke kawasan Timur Tengah di tengah situasi perang yang mengalami kebuntuan. Langkah ini dibarengi dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang membuka kemungkinan meningkatkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu pada 3 November mendatang.
Pengerahan terbaru ini mencakup kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt serta kelompok kesiapan amfibi USS Makin Island yang membawa dua kapal pendarat. Total armada yang bergerak tersebut mengangkut lebih dari 7.000 pelaut dan 2.000 marinir. Berdasarkan keterangan pejabat AS yang enggan disebut namanya, ketiga kapal induk diperkirakan tiba di kawasan tersebut pada akhir Oktober.
Dengan tambahan ini, kekuatan militer laut AS di Timur Tengah akan melampaui 20 ribu personel pelaut dan marinir serta ratusan pesawat tempur. Pengerahan tiga kelompok tempur kapal induk sekaligus ini merupakan yang pertama kalinya sejak April lalu dan sejak invasi tahun 2003. Saat ini, armada yang telah lebih dulu berada di lokasi meliputi USS George H.W. Bush, USS George Washington, dan kelompok amfibi USS Boxer.
BACAJUGA : Gebrak Pasar Dimulai, ASN Pemkot Bekasi Ramai-ramai Berbelanja
Pergerakan militer besar-besaran tersebut beriringan dengan sikap tegas Trump yang menolak proposal gencatan senjata terbaru dari Iran. “Proposal Iran tidak cukup baik. Tawaran Iran, termasuk pembukaan Selat Hormuz, belum memenuhi persyaratan,” kata Trump.
Trump juga mengisyaratkan potensi eskalasi serangan bom ke Iran usai pemilu paruh waktu. Ketika dikonfirmasi mengenai strategi tersebut, ia enggan merinci rencana militer karena khawatir dapat dimanfaatkan oleh musuh. Isu perang yang berkepanjangan ini kini turut membayangi konstelasi politik domestik Amerika menjelang pemilu November. (lyn/gas)









