Berita Bekasi Nomor Satu

Warga Waswas, Eceng Gondok Penuhi Aliran Kali Waru 

DIPENUHI ECENG GONDOK: Foto udara eceng gondok memenuhi Kali Waru di Desa Sumberjaya Tambun Selatan, Rabu (21/10).ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID,BEKASI– Aliran Kali Waru yang melintasi wilayah Perumahan Puri Cendana hingga Perumahan Griya Bekasi Indah 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, dipenuhi tumbuhan eceng gondok.

Kondisi itu sudah terjadi selama satu tahun terakhir. Hamparan eceng gondok dan rumput liar menutupi permukaan sungai hampir sepanjang dua kilometer.

Kondisi ini dikeluhkan oleh warga sekitar, khawatir terjadi luapan air saat intensitas hujan tinggi. Kali yang bermuara hingga ke Tambun Utara dan saluran CBL (Cikarang Bekasi Laut) tersebut dinilai butuh perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Ini eceng gondok mah ada satu tahun penuh. Waktu zaman Lurah Sumardi mah bersih, udah sempet dinormalisasi. Kalau musim hujan, banjir cuma lewat aja di sini,” ujar Jayadi (53) kepada Radar Bekasi di Tambun Selatan, Rabu (21/10).

Menanggapi keluhan tersebut, Camat Tambun Selatan, Sopian Hadi, menjelaskan bahwa Kali Waru pada dasarnya merupakan saluran pembuangan air dari area perumahan sekitar, bukan alur sungai alami yang memiliki sistem hulu dan hilir yang jelas. Kondisi itu dipastikan usai pihaknya meninjau langsung ke lokasi.

“Ya memang kali itu kali pembuang sih. Bukan kali aktif, jadi dari perumahan itu ke pembuang, jadi ya kalinya mati itu. Bukan kayak Kali Jambe yang ada hulu hilirnya. Kalau begitu kan kadang-kadang kering airnya, tumbuh rumput semua,” terang Sopian.

Menurutnya, air yang tidak mengalir lancar menjadi pemicu utama cepatnya pertumbuhan vegetasi liar di sepanjang alur kali. Hasil tinjauannya di lapangan mencatat tanaman gulma tersebut telah menutupi area tersebut sepanjang dua kilometer.

“Kurang lebih dua kilo lah itu. Karena airnya kan enggak ngalir ya, jadi sudah dipenuhin eceng gondok, rumput. Memang harusnya itu dinormalisasi setiap satu tahun sekali,” tambahnya.

Guna mengatasi persoalan ini, pihak Kecamatan Tambun Selatan telah berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat Kabupaten Bekasi, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK).

Pihaknya berharap koordinasi antar instansi ini segera membuahkan hasil nyata dengan diterjunkannya alat berat ke lokasi, sehingga fungsi Kali Waru sebagai penampung dan pengalir air pembuangan perumahan dapat kembali optimal sebelum puncak musim hujan tiba.

“Udah saya bersurat juga melalui Pj Kepala Desa. Ya saya berharap kali ini rutin dibawain alat berat lah dari kabupaten melalui Dinas LH atau Bina Marga, karena ini kan tugas beliau-beliau yang di atas. Tim dari LH juga sudah turun dan kita sudah cek ke lapangan,” tutup Sopian. (ris)