Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Dua Rumah Hanyut

LONGSOR SUSULAN : Warga mengamati rumah yang longsor akibat tergerus aliran Kali Bekasi di RT03/RW02 Teluk Pucung Bekasi Utara, Senin ( 8/2). Hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi dan sekitarnya mengakibatkan longsor di bantaran Kali Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.
LONGSOR SUSULAN : Warga mengamati rumah yang longsor akibat tergerus aliran Kali Bekasi di RT03/RW02 Teluk Pucung Bekasi Utara, Senin ( 8/2). Hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi dan sekitarnya mengakibatkan longsor di bantaran Kali Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) kali bekasi, merasa was-was. Pasalny, derasnya aliran kali bekasi menggerus dinding kali. Bahkan salah salah seorang warga di RW 02 kelurahan Teluk Pucung harus rela rumahnya terseret kali.

Ya, warga di bantaran Kali Bekasi, RT 03 RW 02 dibuat khawatir setiap hujan dengan intensitas tinggi turun, begitu juga saat debit air Kali Bekasi naik. Banjir atau tidak, rumah warga yang kini berada di bibir Kali Bekasi dihantui longsor.

Terkahir kali, longsor terjadi Minggu (7/2), sekira pukul 16:30 WIB. Anehnya, longsor kali ini terjadi sebelum debit air Kali Bekasi mengalami peningkatan, diperkirakan longsor bisa terjadi sebelum dan setelah debit air meningkat. “Sekarang lain lagi (penyebab longsor), setelah hujan deras nyerap airnya, (tekstur) tanah jadi labil,” kata salah satu warga yang rumahnya tergerus longsor tebing Kali Bekasi, Kamil Sofyan.

Ia menceritakan longsor semakin menggerus rumahnya, bagian bangunan ruang tamu sudah tergerus sebagian, lantai sekitarnya sudah mulai retak dan menghawatirkan. Longsor terjadi Minggu sore, kejadian serupa diprediksi kembali terjadi setelah debit air turun.

Kemarin, debit air Kali Bekasi meluap. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah lain, yakni di lingkungan RT 01 dan 02, warga yang rumahnya tergerus mulai meninggalkan rumah, termasuk ia dan keluarga saat ini mengaku memilih untuk menyewa tempat tinggal sementara tidak jauh dari lokasi.

“Tahun lalu ada lima rumah disini, yang dua hilang (tergerus), yang tiga nangkring (tanah dibagian bawah bangunan rumah hilang tergerus air), di RT 02 ada di RT 01 ada, sebenarnya banyak,” tambahnya.

Longsor terjadi sejak tahun 2008 silam, berjalan tahun dua rumah di sekitarnya hilang. Diceritakan, awalnya jarak rumahnya sampai ke bibir Kali Bekasi 30 meter, kini bibir Kali tepat dibawah lantai rumahnya.

Akhirnya, ia memilih pindah saat tetangga terdekat memilih pergi meninggalkan rumah. Bulan Desember 2020 kemarin, warga telah menggelar pertemuan bersama dengan pelaksana pekerjaan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membicarakan rencana pembebasan lahan.”Katanya sih pengukurannya atau penggantiannya bulan Januari, tapi sampai sekarang belum,” tukasnya.

Sebagian tanah yang pernah ada di lingkungan sekitar telah hilang, pemilik tanah tinggal mengantongi bukti kepemilikan tanah saja. Hasil pertemuan warga berkaitan dengan nasib tanah warga yang telah hilang, Kamil menjelaskan tanah yang dibuktikan oleh bukti kepemilikan tersebut tetap diukur berdasarkan gambar peta tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Warga sekitar berharap pembebasan bisa segera dilakukan agar warga yang kini sudah tinggal di sepanjang bibir kali dapat bernafas lega. Pembebasan lahan memberikan harapan kepada warga untuk mendapatkan melanjutkan kehidupan, sedangkan semakin lama pembebasan akan membuat tanah yang mereka tinggali semakin hilang dan membahayakan.

Sementara itu, Camat Bekasi Utara, Jalaludin mengaku kondisi ini sudah lama terjadi, bahkan perbaikan turap sempat dilalukan, namun longsor kembali terjadi. “Tapi dari semalam sampai tadi memang longsor lagi, karena dipinggir kali juga,” katanya kepada Radar Bekasi.

Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah setempat, saat ini warga yang rumahnya tergerus dan membahayakan disebut telah meninggal rumah. Warga mencari tempat tinggal sementara tidak jauh dari tempat tinggal sebelumnya.

Saat ini warga tengah menunggu rencana pemerintah pusat melalui kementerian PUPR untuk membebaskan lahan. Aliran Kali Bekasi yang melintas di Kawasan Kecamatan Bekasi Utara mulai dilakukan normalisasi pada tahap tiga.”Sementara sudah ada peninjauan dari sana sambil menunggu (realisasi),” tambahnya.

Total ada dua lingkungan RW di wilayahnya yang terdampak banjir, banjir tertinggi di wilayah RT 07 RW 02, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Di wilayah langganan banjir saat datang air dari hulu ini tidak didirikan tenda darurat, warga memilih untuk mengungsi di bangunan musholah untuk menampung 80 orang dan bangunan sekitarnya yang tak terendam banjir.

Untuk bantuan logistik warga, ia mengaku sementara telah memberikan bantuan untuk dipergunakan warga makan siang dan sore hari. Ia menghimbau kepada warga khususnya di lokasi rawan longsor bantaran kali untuk tetap berhati-hati dan memantau ketinggian air Kali Bekasi. (Sur)