RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak enam orang preman yang kerap melakukan pemalakan terhadap sopir truk kontainer di Kawasan Industri Marunda Center Jalan Marunda Makmur Kecamatan Tarumajaya, berhasil dibekuk pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi. Enam pelaku tersebut yakni, UF, AAS, JP, RK, SB, dan FN.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, penangkapan para preman yang kerap memalak sopir atau pungutan liar (pungli) ini menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo kepada Kapolri.
Kata dia, enam preman yang berhasil diamankan merupakan warga Kampung Turi Jaya, yang lokasinya berdekatan dengan akses menuju Kawasan Industri Marunda Center.
“Kami berhasil mengamankan enam orang pelaku pemalakan dari Kawasan Industri Marunda Center,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (13/6).
Lanjut Hendra, pihaknya berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti berupa uang senilai Rp39.500 dari ke enam pelaku, berikut dua kardus air mineral yang digunakan saat menjalankan aksinya.
Ia menjelaskan, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima petugas terkait praktik pungli. Di mana saat mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan melakukan penangkapan terhadap enam orang yang sedang melakukan aksinya.
Hendar menambahkan, modus operandi yang dijalankan pelaku adalah dengan menjual air mineral secara paksa kepada supir truk yang melintas seharga Rp7.000. Pengemudi yang menolak membeli diwajibkan membayar uang senilai Rp3.000 dengan dalih jatah preman.
“Kami menduga, ada aktor atau yang mengendalikan para pelaku. Dan itu sedang kami dalami, bahkan petugas di lapangan juga masih menelusuri dan mencari kawanan preman lain yang terlibat. Mereka membagi tugas menjadi beberapa shif kerja, dengan jam operasi tiga jam secara bergantian,” ucapnya.
Hendra pun mengimbau, agar masyarakat yang mengetahui adanya praktik pungli segera melaporkan ke polisi guna membantu memutus mata rantainya, khususnya di wilayah hukum Polres Metro Bekasi. Sebab, aksi ini sangat meresahkan. “Pungli ini sangat meresahkan para pengemudi, juga masyarakat,” beber Hendra. (pra)











