Berita Bekasi Nomor Satu

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

ILUSTRASI: Mahasiswa UMM berbincang di area kampus. ISTIMEWA

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka kembali program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) tahun akademik 2021/2022.

***

Program ini menjadi modal bagi mahasiswa untuk meningkatkan kebhinekaan. “Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini membangun Bhineka Tunggal Ika kita secara konkrit,” ujar Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nizam dalam webinar Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Selasa (7/9), sebagaimana diberitakan jawapos.com (Grup Radar Bekasi).

Sebab, secara tidak langsung, mahasiswa yang terlibat akan memiliki lingkungan pendidikan yang baru. Mereka akan mengenal teman baru dari wilayah kampus yang berbeda.

“Pasti pengamalan baru akan sangat banyak diperoleh dibandingkan tinggal di kampusnya sendiri,” tuturnya.

Meskipun begitu, untuk saat ini, belum semua mahasiswa yang ikut PMM dapat mengikuti perkuliahan di kampus tujuannya. Hal itu disebabkan adanya perbedaan level zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“PMM ini dirancang untuk offline, tapi dengan berbagai macam kondisi daerah yang beragam, maka akan lebih banyak bersifat daring,” imbuhnya.

Dirinya pun berharap level PPKM akan bisa turun lebih cepat di semua daerah. Hal ini dilakukan agar PMM dapat dilaksanakan sesuai rencana.

“Sehingga kita bisa luring melakukan interaksi yang lebih bermakna dan intensif,” katanya.

Sementara, Ketua Pokja PMM Ilham Makhmud menyampaikan, program ini telah berjalan sejak April 2021. Sampai sekarang sudah ada 11.751 mahasiswa yang tergabung dalam program tersebut.

“Sampai hari ini yang telah menjalankan PMM jumlahnya 11.751 mahasiswa, dan kita sudah melibatkan 6.604 dosen,” kata Ketua Ilham.

Sebanyak 256 kampus telah terlibat dalam program ini. Meski di tengah pandemi, sebagian besar kampus pun sudah mulai menerima mahasiswa PMM untuk hadir secara langsung.

“Kita melibatkan 256 perguruan tinggi dimana diantaranya 215 adalah perguruan tinggi yang siap menerima kedatangan adek-adek,” tambahnya. (oke/jpc)