Berita Bekasi Nomor Satu

Mahasiswa Diminta Lebih Peka terhadap Perubahan

KULIAH: Sejumlah mahasiswa Universitas Bina Insani saat mengikuti perkuliahan secara tatap muka. Mahasiswa diminta untuk lebih peka terhadap perubahan yang ada. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI
KULIAH: Sejumlah mahasiswa Universitas Bina Insani saat mengikuti perkuliahan secara tatap muka. Mahasiswa diminta untuk lebih peka terhadap perubahan yang ada. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perkembangan teknologi di era digital dapat membuat peluang pekerjaan akan semakin sempit. Oleh sebab itu, mahasiswa diminta untuk lebih peka terhadap perubahan yang ada.

Kepala Bidang Sistem Informasi Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah 4A Jawa Barat Wawan Hermawansyah mengatakan, setiap program studi masih memiliki marketable nya masing-masing.

“Peluang pekerjaan itu masih ada, tapi saat ini peluang tersebut sudah semakin sempit dan mahasiswa harus peka terhadap hal ini,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (3/2).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Dosen Indonesia Majelis Pengurus Daerah (ADI MPD) Bekasi Raya ini, meminta mahasiswa tidak hanya menguasai program studi, akan tetapi juga kemampuan literasi digitalnya.

“Saat ini jangan hanya fokus pada teoritis dalam bidang program studi saja, akan tetapi mahasiswa juga harus mampu memiliki literasi digital yang baik,” katanya.

Memiliki keahlian di luar dari kemampuan teoritis dalam bidang program studi dibutuhkan untuk mengantisipasi kebutuhan lapangan sesuai dengan marketable nya masing-masing.

“Setiap program studi itu memiliki peluang dalam marketable nya masing-masing untuk mengantisipasi kebutuhan lapangan yang tidak sesuai. Tentu mahasiswa harus memiliki skill lain, agar kebutuhan yang semakin menyempit ini tidak menjadi halangan bagi mahasiswa agar tetap mendapatkan peluang pekerjaan,” paparnya.

Wawan pun memberikan contohnya.   “Saya berikan contoh lulusan guru atau ekonomi apakah saat ini masih dibutuhkan?, tentu masih tapi yang membedakannya saat ini adalah kebutuhan lapangan, mereka tentu tidak ingin lulusan yang hanya memahami teoritis terkait pengajaran dan ilmu ekonomi saja, akan tetapi mereka membutuhkan lulusan yang memiliki kemampuan digitalisasi yang mumpuni,” jelasnya.

Sehingga menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi perguruan tinggi dan mahasiswa untuk membangun pola pikir bahwa saat ini banyak perubahan yang tidak bisa dihindari.

“Kita bisa lihat perubahan dari banyaknya pekerjaan yang diganti dengan mesin, ini sebenarnya harus menjadi cambuk bagi mahasiswa agar memiliki mindset yang terbuka luas,” tuturnya.

Beberapa hal harus lebih ditekankan saat ini. Antara lain, penekanan terhadap inovasi, inovatif, kurikulum yang dibalut dengan materi kewirausahaan serta karakter mahasiswa.

“Pendekatan terhadap digitalisasi memang penting, tapi jangan lupakan beberapa penekanan lain seperti inovasi dan inovatif yang harus dibangun,” pungkasnya. (dew)