RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ekstrakurikuler di sekolah dihentikan lagi. Penonaktifan kegiatan itu dilakukan oleh satuan pendidikan di Kota Bekasi setelah keluarnya kebijakan pembelajaran tatap muka maksimal 25 persen, sisanya pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 15 Bekasi Dhani Irawan mengatakan, beberapa kegiatan sekolah yang salah satunya ekstrakurikuler kembali dihentikan untuk sementara waktu.
“Ekstrakurikuler dan beberapa kegiatan lainnya di sekolah kami berhentikan sementara waktu, mengingat kebijakan PJJ yang diberikan oleh pemerintah harus kami jalani,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (16/2).
Pihaknya menyayangkan ekskul harus terhenti lagi. Namun, dirinya menegaskan harus mematuhi kebijakan pemerintah demi memutus rantai penyebaran Covid-19.
“Sebenarnya sayang banget padahal baru aktif lagi setelah sekian lama dinonaktifkan. Tapi kebijakan yang ada harus tetap kami jalankan dan patuhi,” jelasnya.
Kendati demikian, kata dia, beberapa ekstrakurikuler dapat tetap melakukan pertemuan secara daring. “Yang bisa online silakan melakukan pertemuan online, karena memang sangat sayang sekali padahal baru sebentar melakukan tatap muka untuk kegiatan ekstrakurikuler. Saat ini kembali di ,offline kan” ucapnya.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 29 Bekasi Nining. Ia menyampaikan, saat ini beberapa kegiatan sekolah termasuk ekstrakurikuler kembali dihentikan sementara waktu.
“Sementara waktu ini ekstrakurikuler dinonaktifkan kembali, karena ada kebijakan PJJ kembali dari pemerintah,” jelasnya.
Nining menyampaikan, ekstrakurikuler sempat berjalan cukup aktif secara tatap muka. Dengan kembalinya dinonaktifkan kegiatan tersebut, beberapa siswa mengaku sempat kecewa.
“Siswa tentu kecewa karena memang mereka senang ekstrakurikuler kembali aktif, tapi karena ada kebijakan PJJ yang baru, mau gak mau ekstrakurikuler kembali di nonaktifkan,” ucapnya.
Menurutnya, kebijakan menonaktifkan kembali ekstrakurikuler adalah untuk kepentingan dalam menjaga siswa tetap sehat. “Kebijakan ini diambil agar semua aman, karena di sekolah kami cukup banyak juga yang positif kemarin. Jadi yang paling tepat adalah menonaktifkan kembali ekstrakurikuler,” pungkasnya. (dew)











