RADARBEKASI.ID, BEKASI — Ranting Baca yang berlokasi di Taman Bantargebang memberikan banyak manfaat. Tidak hanya bagi para pendirinya, tetapi juga anak-anak.
Berdiri sejak 27 Juli 2020, perpustakaan jalanan ini dipelopori oleh perkumpulan remaja di daerah Bantargebang. Mereka adalah Hadi Suryawan, Ableh, Saiful Bahri, Syifa, Kokom dan Tarno.
Hadi Suryawan mengungkapkan, alasannya mendirikan Ranting Baca bermula dari keisengannya. “Kan banyak kegiatan yang gak bisa ketemu tuh kayak kuliah secara daring terus kita terpancing sama anak-anak sekolah kan juga sekolahnya di rumah, banyak orangtua yang belum terlalu ngerti media teknologi, nah kita berusaha buat ngebantu anak-anak ngerjain PR. Jadi kita mau ngebuat kegiatan yang bermanfaat dari adanya Ranting Baca ini,” ujar Hadi, Rabu (16/3).
Ranting Baca dapat dimanfaatkan oleh anak-anak untuk berbagai kegiatan. Seperti membaca buku, tukar buku, belajar membaca dan berhitung, mewarnai, bermain edukatif dan nonton bareng dengan komunitas lain.
Hadi mengatakan, anak-anak yang mengikuti kegiatan setiap minggunya tidak menentu. “Jumlah anak-anak tiap kegiatannya itu ga nentu, bisa 20 sampai 30 orangan. Dan buat bukunya ada ratusan buku,” ujar Hadi.
Banyak manfaat yang didapatkan dari adanya Ranting Baca ini. “Manfaat buat saya pribadi dan teman-teman lain itu saya seneng liat anak-anak bermain edukasi, menimbulkan peka kita terhadap sosial. Manfaat buat anak-anaknya mungkin mereka jadi terhibur, ga bete dirumah daripada main game,” jelas Hadi.
Ranting Baca bukanlah komunitas struktural, tidak memiliki struktur kepengurusan namun kegiatan tetap berjalan dengan baik. “Kita kan ga ada struktur ya, ga ada ketua dan lain-lain, jadi kita lagi senggang, kita lagi bisa, mau berempat, mau berenam ya kita jalanin,” ujarnya.
Menurut penuturan Hadi, motivasinya mendirikan Ranting Baca karena keresahannya bersama teman-teman lain. “Karna keresahan kita di Bantargebang, menurut saya perlu ada ruang edukatif buat anak, kaya di Tambun ada, di Kaliabang ada dan kenapa di tempat saya ini ga ada gitu, jadi kita juga perlu mengadakan kegiatan serupa buat anak-anak disini,” pungkasnya.
Rencana kedepannya, Hadi dan kawan-kawan lain akan membuat perpustakaan dengan buku yang bersumber dari teman-teman sekitar, open donasi dan dari komunitas lain. Bukunya pun beragam, mulai dari buku anak, dewasa, dan edukasi. (mg3)











