BolaOlahraga

Kranji Putra Juara BSL 2019

Kranji-Putra
JUARA: Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyerahkan trofi juara pertama kepada klub Kranji Putra usai mengalahkan Mega Aktura 1-2 pada laga final Bekasi Super League (BSL) 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (18/1). IRWAN/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Bekasi Super League (BSL) 2019 resmi berakhir Sabtu (18/1). Kranji Putra berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mega Aktura dengan skor tipis 1-2 pada laga final di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.

Jalannya pertandingan babak pertama, skor sempat imbang 0-0. Kedua tim belum mampu berhasil mencuri poin hingga turun minum. Masuk babak kedua, kedua tim coba tampil menekan.

Jual beli serangan terjadi. Umpan dari sektor sayap dan memanfaatkan counter attack ditunjukkan baik oleh skuad Mega Aktura maupun Kranji Putra.
Mega Aktura berhasil memecah kebuntuan. Pada menit 65, umpan dari sisi kanan berhasil dimaksimalkan dengan sempurna oleh Adrian Maulana.

Tertinggal satu gol, membuat Kranji Putra tampil trengginas. Tak lama berselang, Kranji Putra mampu menyamakan kedudukan di menit 73. Umpan dari sayap kiri berhasil dimaksimalkan Vieri Doni hingga skor imbang 1-1.

Jelang laga usai, dewi fortuna akhirnya berpihak pada Kranji Putra. Satu lagi gol tercipta pada menit 77 usai kemelut di depan gawang Mega Aktura dimaksimalkan Prawira. Skor berubah 1-2 untuk Kranji Putra. Hingga pluit akhir dibunyikan wasit Askot PSSI Bekasi, Dion, skor tak berubah dan memastikan Kranji Putra sebagai juara BSL 2019. Sementara Mega Aktura harus puas di posisi runner up.

Menanggapi hasil pertandingan, Asisten Pelatih Kranji Putra, Dedy Mulyadi menyatakan, semangat tim untuk menang tinggi. Dengan dukungan suporter tim kembali termotivasi meski sempat tertinggal 1-0.
”Kita sempat tertinggal satu gol. Tapi, saya terus motivasi agar bisa meraih gol. Gol pertama juga kita memang kecolongan,” ujarnya kepada Radar Bekasi usai pertandingan.

Sementara itu, Pelatih Mega Aktura Marsono Alias Pongo mengakui keunggulan lawannya. Namun, kata dia, kekalahan yang dialami lantaran faktor kelelahan yang dirasakan para pemain.

”Secara materi kemampuan kita sudah matang. Peluang dari tiap serangan baik selalu kita peroleh. Yang pasti kekalahan kita karena faktor kelelahan,” imbuhnya.

Kedepannya, kata dia, tim yang didominasi usia U-20 itu tetap akan dilakukan pembinaan. Pasalnya mereka masih berpeluang mengikuti seleksi Liga 3. ”Kedepannya saya akan prioritaskan untuk di Liga 3,” tukasnya. (dan)

Related Articles

Back to top button