Metropolis

DPRD Kota Bekasi Antisipasi Penyebaran Covid-19

EK SUHU TUBUH: Petugas di gedung DPRD Kota Bekasi melakukan pengecekan suhu tubuh kepada salah seorang pengunjung yang datang ke kantor DPRD Kota Bekasi, sebagai upaya antisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19). AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Guna mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19, seluruh Anggota Dewan, pegawai dan pengunjung kantor DPRD Kota Bekasi menjalani pengecekan suhu tubuh.

Sekretaris DPRD Kota Bekasi, M Ridwan mengatakan, pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun, dilakukan sesuai ketentuan yang diberlakukan Pemerintah Kota Bekasi terhadap perkantoran, instansi pemerintahan, mal dan pusat keramaian lainnya.

Pemeriksaan suhu tubuh, kata Ridwan, dilakukan sejak Selasa (17/3), di lobi utama gedung DPRD dan lobi ruang Komisi.

”Wali Kota Bekasi memerintahkan kepada kami untuk melakukan pelayanan kepada anggota DPRD. Dengan adanya pandemi wabah Corona global, kita harus benar-benar menyiapkan hal yang mendukung kearah itu,” kata Ridwan.

Selama pemeriksaan berlangsung, Ridwan mengungkapkan rata-rata suhu tubuh yang dicek dalam kondisi normal dan tidak terdapat gejala yang mencurigakan.

”Bagi yang teridentifikasi atau terjangkit virus Covid-19, tidak bisa masuk ke lingkungan Sekretariat DPRD. Gejala ini terlihat apabila suhu tubuh mencapai 38 derajat, maka kami sarankan untuk memeriksakan diri. Hal ini sebagai langkah antisipasi dalam memberikan pelayanan kepada anggota DPRD maupun masyarakat yang datang,” tuturnya.

Selain itu, Sekretariat DPRD juga menyediakan Hand Sanitizer di setiap pintu masuk. Setiap pengunjung disarankan membersihkan tangan sebelum memasuki gedung maupun ketika meninggalkan gedung DPRD.

”Kita sediakan juga Hand Sanitizer disetiap pintu. Memang pencegahan tidak cukup dengan cuci tangan saja, tapi ini dilakukan untuk memastikan tangan kita tetap bersih, karena kebersihan itu bukan hanya untuk masa cegah Corona saja, melainkan untuk membiasakan hidup bersih,” pungkasnya.

Terkait wabah Covid-19, Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman Joewono Putro menyampaikan, bahwa seluruh kegiatan DPRD Kota Bekasi dibatalkan.

”Dari tanggal 16 sampai tanggal 31 Maret 2020 dimana kegiatan yang sudah dijadwalkan kita batalkan kita geser dengan melihat perkembangan 14 hari kedepan,” katanya.

DPRD Kota Bekasi memutuskan untuk menghentikan sementara layanan penerimaan tamu dari luar daerah yang akan melakukan studi banding ke DPRD Kota Bekasi. Begitupun dengan DPRD Kota Bekasi yang akan melaksanakan kunjungan kerja ke luar daerah dihentikan sementara.

”Tentunya ini kita harapkan dapat menjadi cara untuk mencegah, mengurangi resiko penyebaran virus Covid-19, selebihnya dilingkungan DPRD Kota Bekasi sendiri kita sepakat untuk melengkapi hand sanitizer maupun thermal gun untuk memastikan pihak-pihak yang mengunjungi DPRD bebas atau tidak memiliki resiko menjadi pasien Covid-19,” jelasnya.

Selama dua pekan ini kegiatan DPRD berhenti namun apabila dipandang perlu dan mendesak maka DPRD akan tetap mengadakan rapat-rapat koordinasi baik di internal DPRD maupun dengan eksekutif dalam kaitan yang pertama memastikan kesiapan eksekutif dalam menanggapi, menyikapi, maupun mengatasi kemungkinan-kemungkinan penyebaran covid-19. Selebihnya memastikan kesiapan penyelenggaran area publik baik pertokoan, perbelanjaan maupun pusat hiburan, memastikan disana tersedia fasilitas kebersihan seperti hand sanitizer atau thermal gun.

”Kita melihat peru kerja sama semua pihak sehingga kita dapat mengatasi permasalahan yang kita hadapi saat ini dan memerlukan keseriusan semua pihak,” tegasnya.

Chairoman pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bekasi untuk tidak keluar dari Kota Bekasi selama 14 hari kedepan dan kepada seluruh siswa yang diliburkan atau belajar dirumah, diharapkan tidak digunakan untuk berpergian keluar, liburan atau melakukan aktifitas yang tidak penting.

Hal itu bertujuan untuk memutus penyebaran virus dan kami menekankan kepada seluruh warga untuk mengikuti arahan dari pemerintah setempat, tidak panik, tidak juga menganggap remeh. (adv/pay)

Related Articles

Back to top button