Catatan Asyik

Corona, Isra Mi`raj dan Ujian Keimanan Kita

Oleh: Ahmad Syaikhu (Anggota DPR RI)

BEKASI-Saya memimpin penyemprotan disinfektan di dua titik. Yakni Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, dan Karawang. Sungguh, sebuah kegiatan tak mudah di tengah wabah Covid-19 sarat ini.

Namun, karena ini panggilan moral dan sosial, saya perlu melakukannya. Harus ada orang yang bergerak membantu pemerintah mencegah penyebaran virus ini.

Alhamdulillah, aksi ini juga dilakukan seluruh anggota Fraksi PKS DPR RI, DPRD Provinsi dan Kota/Kabupaten.

Hari ini pula, umat Islam memperingati Isra Mi’raj. Karena bertepatan dengan 27 Rajab 1441 Hijriah. Peristiwa bersejarah ini menjadi lebih bermakna saat kita sedang menghadapi wabah Corona.

Allah SWT seakan berpesan kepada kita, tingkatkan iman. Jaga dan dirikanlah sholat. Agar kita terhindar dari virus berbahaya tersebut.

Seperti kita ketahui, Isra Mi’raj adalah ujian keimanan umat Islam. Sebab, ini peristiwa yang tak masuk akal. Seorang anak manusia mampu pulang pergi dari bumi ke ujung langit hanya dalam satu malam.

Rasulullah SAW mengawali perjalanannya dari Mekah, menuju Baitul Maqdis dan berujung di Sidratul Muntaha. Disana, Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat lima waktu. Dan wajib disampaikan kepada umatnya. Siapa yang mau percaya?

Rasulullah SAW disebut gila karena menceritakan apa yang dialaminya kepada orang lain. Tercatat, Abu Bakar Ash-shiddiq yang jadi sahabat yang pertama yang mengimani Isra Mi`raj.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, orang-orang datang berbondong-bondong kepada Abu Bakar Ash-shiddiq karena mendengar cerita perjalanan malam Nabi Muhammad SAW. “Lihat apa yang diucapkan temanmu (Muhammad),” ujar salah satu orang. “Apa yang Beliau ucapkan?” tanya Abu Bakar. Orang-orang bercerita, Nabi Muhammad SAW mengaku telah melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis. Ia diangkat ke langit hanya dalam satu malam. “Jika memang Beliau yang mengucapkan, maka sungguh itu berita benar, sesuai yang Beliau ucapkan. Karena Beliau adalah orang yang jujur,” kata Abu Bakar.

Apa yang saat ini kita alami, yakni dengan datangnya wabah Corona, bisa jadi karena Allah SWT melihat kian lunturnya keimanan kita. Dimana-mana orang bermaksiat. Bahkan terang-terangan. Tak malu lagi. Kian banyak orang meninggalkan sholat.

Perintah yang Allah SWT berikan kepada Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi’raj. Lalu Allah SWT berikan wabah ini kepada kita. Persis ketika kita memperingati Isra Mi’raj. Allah seperti ingin menegur kita. Berimanlah. Berimanlah. Berimanlah. Hentikan maksiat. Sembahlah Tuhanmu. Dirikan sholat. Sebelum semuanya terlambat.

Virus ini juga ciptaan-Nya. Dia akan tunduk dan patuh kepada-Nya. Karena itu, ikuti perintah-Ku. Jauhi larangan-Ku. Mendekatlah kepada-Ku. Mari kita lakukan ikhtiar. Berusaha menghindar dari wabah ini. Tapi juga jangan dilupakan upaya langit yakni memohon kepada Allah SWT. Karena saya yakin, hikmah terbesar dari hadirnya virus Corona bersamaan dengan datangnya peringatan Isra Mi’raj adalah agar kita selalu ingat kepada Allah SWT. Meningkatkan keimanan kepada-Nya. Semoga kita semua terbebas dari wabah yang membahayakan ini. Aamiin. (*)

Tags
Close