Catatan Asyik

Berguru pada NU

Oleh: Ahmad Syaikhu (Presiden PKS)

Di usianya yang ke-95 tahun, Nahdlatul Ulama (NU) semakin menunjukkan eksistensinya. Itu dibuktikan dengan kontribusinya di berbagai bidang. Terutama pendidikan melalui pesantren yang tersebar di penjuru Nusantara.

Pesan Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari terpatri betul pada kader-kader NU.

“Bangsa tidak akan jaya jika warganya bodoh. Hanya dengan ilmu suatu bangsa menjadi baik.” Petuah ini terdapat dalam buku karya Muhammad Asad Syihab, Hadlratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’arie: Perintis Kemerdekaan Indonesia, terj. KH A Mustofa Bisri, 1994: 18.

Di masa Pandemi Covid-19, sumbangsih NU kian dirasakan masyarakat. Di awal wabah, PBNU melalui Satuan Tugas Nahdlatul Ulama (Satgas NU) Peduli Covid-19 memberikan berbagai macam bantuan untuk penanganan virus corona. Bantuan yang diberikan di antaranya 5.000 alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis, 15.000 hand sanitizer, 190.000 masker untuk masyarakat terdampak.

Padahal, keluarga besar NU menjadi salah satu pihak yang paling terdampak. Tercatat ada 112 pesantren NU di Indonesia yang terpapar virus corona dengan lebih dari 5.000 lebih santri dan Kyai yang postif Covid-19. Ratusan Kyai bahkan wafat selama pandemi, meski tidak semuanya karena Corona.

Bercermin dari fenomena ini, kita sudah sepatutnya bersyukur memiliki NU. Kiprahnya tak diragukan lagi terutama ketika masa-masa sulit dialami bangsa dan negara kita.

Dari NU kita harus belajar. Karena di usianya yang ke-95 tahun, NU layak menjadi guru bagi kita semua.

Selamat Hari Lahir NU ke-95. (*)

Related Articles

One Comment

  1. obviously like your website but you have to test the
    spelling on quite a few of your posts. Several of them are rife with spelling
    issues and I in finding it very troublesome to tell the reality then again I
    will certainly come back again.

Back to top button