BEKACITIZEN

Sistem Peringatan Dini Penyemprotan Disinfektan Otomatis

Oleh: Verry Riyanto

Simulator sistem peringatan dini penyemprotan desinfektan otomatis yang dirancang oleh Verr Riyanto. Foto: Istimewa

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Khawatir, sesuatu yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini karena terus meledaknya jumlah pasien yang terjangkit Covid-19. Ditambah lagi dengan kabar burung yang berkeliaran di media sosial tentang virus ini di mana berdampak makin menambah keresahan kepada masyarkat.

Hingga tulisan ini dibuat, sudah tedapat 4.500 lebih orang di Indonesia yang terkonfirmasi terjangkit virus ini. Informasi perkembangan mengenai pandemi ini juga dapat ambil dari sumber Youtube Channel: ‘Coronavirus Pandemic: Real Time Counter, World Map, News’ yakni sebuah media informasi untuk dapat memantau dampak Covid-19 di seluruh dunia. juga bisa dilihat melalui website berita antara lain milenianews.com.

Selain itu kebijakan pemerintah untuk menganjurkan seluruh perusahaan melakukan aktifitasnya di rumah tetap membuat tidak nyaman dalam bekerja untuk sebagian besar masyarakat, karena rutinitas dalam bekerja sangat butuh koordinasi bahkan terjun langung melihat situasi lapangan.

Akan tetapi beruntunglah untuk masyarakat saat ini yang melaksanakan pekerjaan yang mulai  terbantu oleh teknologi yang sudah memadai di zaman ini, dimana konektifitas dan koordinasi pekerjaan dapat didukung dengan perkembangan teknologi yang semakin maju.

Terdapat istilah yang mengatakan “uang dapat dicari, namun waktu dengan keluarga belum tentu dapat diganti,” hal itu terpatahkan saat kondisi virus melanda di dunia ini, semua orang wajib tinggal di rumah melakukan semua aktifitas pekerjaan dan hal yang berkaitan dengan tugas kantor dilakukan hanya di rumah masing-masing.

Kondisi ini tidak disengaja juga berdampak kepada hubungan keluarga semakin erat. Tidak hanya itu, hubungan dengan tetangga atau warga sekitar menjadi lebih harmonis dan kepedulian serta gotong royong menghadapi masalah pandemi ini menjadi lebih nyata. Walau dampak negatif dari virus ini juga menyertai dalam beberapa aspek kehidupan.

Dengan melihat pemanfaatan teknologi saat ini, penulis juga sempat mengusulkan kepada warga sekitar rumah di Perumahan Bukit Mangunjaya Permai, Kelurahan Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, untuk menguji sistem peringatan dini penyemprotan disinfektan terhadap tamu yang datang ke wilayah perumahan.

“Alhamdulillah, warga pun menyambut baik ide dan rancangan sistem yang penulis usulkan” kata Dosen dan Kepala Biro Teknologi dan Informasi  di Universitas BSI melalui wawancara daring, Selasa (14/4).

Sebagai Dosen, penulis menyadari bahwa dunia pendidikan sangat berperan dalam memberikan edukasi jarak jauh kepada murid serta mahasiswa saat ini. Tetapi Dosen juga bisa berbuat lebih dengan latar pendidikan yang dimilikinya.

“Simulator sistem ini  dirancang dengan menggunakan Mikrokontroller dengan dibantu sensor ultrasonik, servo untuk palang pintu dan lampu indikator dan penambahannya nanti adalah alat yang digunakan untuk menyemprot desinfektannya,” lanjutnya.

Jadi ketika ada kendaraan atau orang yang melintas dan mengenai sensor, sistem akan merespon segera menyemprotkan desinfektan secara otomatis.

“Sitem ini masih dalam pengembangan untuk penerapan dan memikitkan bagaimana mengurangi dampak desinfektan jika di semprotkan langsung pada bagian tubuh manusia, maka dari itu masih diserankan untuk kendaraan penerapannya,” paparnya.

Penulis sudah mengunggah cara kerja dari simulator sistem peringatan dini penyemprotan disinfektan pada account youtube dengan link https://www.youtube.com/watch?v=di_75xyRQXw. Hal ini dilakukan sebagai salah satu jalan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 dari lingkungan terdekat dengan kita. (*)

Related Articles

Back to top button