BekasiBerita Utama
Trending

PSBB Bekasi Bakal Diperpanjang

TAK BEROPERASI : Suasana Terminal Induk Kota Bekasi terlihat sepi. Terminal Induk Kota Bekasi menutup operasional pelayanan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) untuk mendukung kebijakan larangan mudik guna mencegah penularan wabah virus Corona (Covid-19). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bakal memperpanjang masa

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, setelah dua pekan pelaksanaan PSBB (15 s/d 28 April) angka penyebaran Covid-19 di wilayah setempat belum ada tanda-tanda penurunan, justru meningkat.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengaku akan bertemu dengan Bupati dan Walikota lima wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) untuk membahas perpanjangan PSBB. Secara singkat dilaporkan penyebaran Covid-19 di wilayahnya berlangsung cepat.

“Kalau menurut saya, dari logika perbandingan tiga poin tadi (jumlah ODP, PDP, dan Positif), mau tidak mau, dan episentrumnya di Jakarta dan Bodebek, ini rasanya harus sama dengan DKI (diperpanjang),” terangnya, Minggu (26/4).

Hingga saat ini jumlah kasus di Kota Bekasi berjumlah 2.823 orang. Secara rinci disebutkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 1.957, selesai pemantauan 774 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 658 orang, telah selesai 356 orang.Jumlah kasus terkonfirmasi positif terakhir tercatat sebanyak 225 orang, telah dinyatakan sembuh sebanyak 68 orang.

“Sampai dengan hari ini yang meninggal 125 orang, jadi naik tajam dari hari kemarin. Dan yang dinyatakan sehat 70, jadi tidak berbanding lurus sebenarnya dengan yang meninggal dan sehat,” lanjut Rahmat.

Kemarin malam, rencananya pemerintah Kota Bekasi  akan bersurat kepada Gubernur Jawa Barat untuk melaporkan perkembangan kasus diakhir PSBB. Penjelasan secara rinci akan diberikan bersama dengan lima kepala daerah Bodebek untuk mendapatkan saran terkait dengan langkah berikutnya.

Dirinya berharap perpanjangan PSBB dilakukan bersamaan oleh lima wilayah ini, seperti saat pertama kali ditetapkan PSBB 12 hari lalu. Hari ini rencananya semua unsur mulai dari TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Bekasi akan turun untuk menertibkan masyarakat yang masih membandel.

Rahmat mengkhawatirkan jika peta penyebaran sampai ke tingkat RT RW, saat ini peta penyebaran sudah 90 persen wilayah Kelurahan.”Kalau perkembangan zona merahnya mah sudah 90 persen kelurahan, kalau kecamatan kan sudah semua di 12 kecamatan. Mungkin kalau dilihat hari ini sudah tambah lagi dan dia kan cepat. Nah jangan sampai ini terus turun menyebar luas ke RW, Kalau turun ke RW kan berarti tambah banyak, apalagi sampai turun ke RT,” tukasnya.

Sementara itu, Perusahaan Otobus (PO) di area terminal induk Kota Bekasi menutup layanan operasional sejak hari pertama pemberlakuan kebijakan larangan mudik. Meskipun demikian, masih dijumpai bus yang memberangkatkan penumpang pada hari pertama lalu, penumpang mengaku sudah membeli tiket sejak sebelum hari keberangkatan, Jumat (24/4) lalu.

Kepala Terminal induk Kota Bekasi, Muhammad Kurniawan menjelaskan ada sembilan bus yang berangkat pada hari pertama larangan mudik, dua diantaranya berangkat pagi hari. Dua bus tersebut, satu diantaranya mengangkut sembilan penumpang denga tujuan Sumatera, dan 13 orang ke arah Pantura.”Itu dari malam hari sampai jam 10 malam (sembilan bus yang berangkat),” ungkapnya.

Pihaknya sudah mengingatkan kepada bus yang berangkat sejak dini hari terkait dengan larangan mudik, setelah ditunggu tidak ada bus yang kembali ke terminal Bekasi. Penumpang yang berangkat mengaku sudah tidak ada aktivitas pekerjaan dan memilih untuk pulang ke kampung halaman.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Radar Bekasi, jumlah keberangkatan Penumpang jarak jauh sejak awal bulan hingga tanggal 24 April lalu, tercatat 3.397 orang. Sebanyak 42 penumpang diantaranya berangkat pada tanggal 24 menggunakan sembilan bus.

Pantauan Radar Bekasi di hari kedua dan ketiga setelah larangan mudik kemarin, area terminal nampak sepi, hanya didapati beberapa bus yang terparkir. Jalur bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) nampak kosong.”Hari ini sudah sepi, PO sudah tutup semua, bus dalam kota ada beberapa,” tukasnya. (Sur)

Related Articles

Back to top button